BREAKING NEWS
 

Mengatasi Papua

Selasa, 24 September 2019 07:11 WIB
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Pemerintah tidak boleh “asal comot” orang-orang yang kemudian diberikan predikat “representasi” masyarakat Papua.

Ketiga, pemerintah sejauh ini GAGAL mengidentifisir kelompok-kelompok di Papua yang kerap membuat onar. Apa motivasi mereka membuat onar atau rusuh?

Apa mereka sebenarnya tidak lebih kriminal sehingga diberikan stempel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau kelompok bersenjata yang sebenarnya berjuang untuk menggoalkan Papua Merdeka.

Baca juga : Keputusan Presiden Trump dan APBN Kita

Atau kelompok yang punya aspirasi campuran, mau merdeka sekaligus cari dana dengan cara melakukan tindak kriminal atau kelompok-kelompok yang jadi antek asing untuk kepentingan asing?

Keempat, terhadap kelompok-kelompok yang jelas-jelas memperjuangkan pisahnya Papua dari NKRI, aparat hukum dan keamanan harus meresponse dengan serangan bersenjata pula.

Papua adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI, sedang NKRI harga mati bagi bangsa kita. Jangan terkecoh oleh pernyataan Budiman Sudjatmiko bahwa NKRI bukan harga mati!

Baca juga : Habibie, Pemimpin Yang Tak Pernah Berhenti Bekerja

Kelima, pemerintah TIDAK berani melakukan penegakan hukum yang konsisten dan persisten di Papua. Terhadap mereka yang nyata-nyata berambisi memerdekan Papua.

Hanya ada satu solusi bagi pemerintah kita cuma satu: SIKAT habis dengan senjata sebagaimana yang pernah ditegaskan oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Orang mau berontak dengan senjata, kenapa diajak berunding lagi.

Menurut Sun Tzu, dalam peperangan, Anda harus punya peta yang jelas siapa sesungguhnya lawan Anda sebelum membuat kalkulasi tentang kekuatan lawan.

Baca juga : KPK, Jangan Dimatikan

Mulai sekarang pemerintah tidak boleh berbasa-basi lagi menangani masalah Papua, tapi harus zakelijk, tegas dan ultra serius. Kalau tidak, dengan mudah kelompok-kelompok bersenjata di Papua akan terus menggoyang-goyang Pemerintah RI. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense