BREAKING NEWS
 

Ke Mana Gibran Akhirnya Berlabuh?

Senin, 16 Oktober 2023 06:32 WIB
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Bagaimana dengan cawapres Prabowo? Para petinggi Gerindra pun yakin nama-nama Cawapres Prabowo tinggal diumumkan kepada masyarakat. Cawapres nomor satu tidak lain adalah Gibran Rakabuming. Sejak enam bulan yang lalu, Prabowo sudah melakukan pendekatan-pendekatan kepada Gibran, termasuk makan malam di rumahnhya di Solo. Toh, setiap kali ditanya oleh media dan analisis polisik politik, Gibran selalu menepis dirinya bakal jadi calon wapres Prabowo.              

Sejak “kehilangan” Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres, Prabowo seolah hanya fokus pada satu Cawapres, yaitu Gibran, Putera mahkota Jokowi. Jokowi sendiri diam-diam condong ke Prabowo daripada ke Ganjar, padahal sebagai sesame anggota PDIP, Jokowi mestinya mendukung tanpa reserve Ganjar. Tingkah-laku politik Presiden kita memang lebih condong ke Prabowo. Dalam survey-survey, elektabilitas Prabowo langsung “loncat” jika dipasangkan dengan Gibran. Sebaliknya, Prabowo selalu berada di peringkat nomor 2 jika hanya dipasangkan dengan Anies Baswedan dan Ganjar.

Baca juga : Masalah Beras Dan Rontoknya Mentan

Karena pengumuman dan pendaftaran nama-nama capres dan Cawapres semakin dekat, bahkan mungkin pekan ini, maka probabilitas duet Prabowo-Gibran membuat publik deg-degan. Faktor Jokowi sangat menentukan. Beberapa kali Jokowi ditanya media tentang kemungkinan ini, Jokowi hanya menjawab silakan tanya Gibran, jangan tanya saya. Gibran kan sudah besar, dia berhak [dong] menentukan jalannya sendiri.”     

Pertanyaan keterkaitan antara Gibran dan Jokowi memang sangat erat.    

Baca juga : Kaesang Masuk PSI, Kenapa PDIP Diam Saja?

Jangan lupa, Jokowi itu kader PDIP. Bahkan PDIP-lah pendukung utama Jokowi dalam pilkada Gubernur DKI tempo hari dan Capres RI dalam 2 kali Pilpres. Seyogianya Jokowi mendukung pilihan PDIP dalam Pilpres 2024, yaitu Ganjar. Bagaimana jika Gibran berpaling ke Prabowo, bukan ke Ganjar?     

Tentu, pimpinan PDIP, khususnya Ibu Megawati Soekarnoputri, akan sangat kecewa.              

Baca juga : Pemberantasan Korupsi Di Singapura

Dalam AD-ART PDIP, ada sebuah ketentuan yang disebut “prinsip tegak lurus”. Jika Bapak anggota PDIP, isteri dan anak pun harus anggota, kecuali anak sudah dewasa dan memiliki Kartu Keluarga sendiri. Dalam hal ini, Gibran sesungguhnya sudah memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota) PDIP. Tapi karena Gibran sudah dewasa, ia tidak terikat dengan ketentuan prinsip “tegak lurus” ini. Teka-teki ke depan yang menegangkan: Apakah Gibran berani berbeda dengan anggota parpol Bapaknya, tetap memilih Ganjar atau banting stir sebagai Wakil Presiden Prabowo dengan sebab-sebab sendiri yang hanya dia sendiri yang mengetahuinya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense