Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Perang Rusia Vs Ukraina, Perspektif Intelijen Strategis Februari-September 2022

Rabu, 26 Juli 2023 06:46 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

RM.id  Rakyat Merdeka -
Oleh: Pof. Tjipta Lesmana
Analisis Masalah Internasional, Pengarang Buku “Runtuhnya Kekuasaan Komunis” (1990), Dosen Sesko TNI  

Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI) pada Selasa 25 Juli 2023 meluncurkan sebuah “buku serius”, hard cover setebal 528 halaman dengan judul seperti di atas. Buku ditulis oleh sebuah Tim Penulis yang diketuai langsung oleh Kepala BAIS dan diberikan pengantar utama oleh Panglima TNI Laksamana TNI Laut Yudo Margono plus 3 akademisi terkenal: Andi Widjajanto (Gubernur Lemhanas), Prof. Hikmanhanto Juwana, SH, LLM, Ph.D. (Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani) dan Prof. Popy Rufaidah, SE, MBA, Ph.D, (Guru Besar bidang Marketing dan Manajemen Strategis). Peluncuran buku diadakan dengan sangat meriah dan “besar-besaran” di Perpustakaan Nasional. Sebagian besar petinggi TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara hadir.

Baca juga : PSSI Harus Berantas Judi Bola

Pokok isi buku ialah mencari jawaban: (Apa sebab pecah perang Rusia versus Ukraina”, Apa tujuan Rusia menyerang terlebih dahulu Ukraina, apa tujuan Ukraina mati-matian melawan Rusia meski mereka tahu Rusia negara raksasa sekuat hampir seperti Amerika Serikat. Dan apa dampak peperangan “tidak seimbang” ini ke seluruh dunia. Mengapa perang sudah berlangsung lama masih tidak berhenti-henti meski sudah sekian banyak negara – termasuk Indonesia lewat Presiden Joko Widodo – yang mencoba menjadi mediator. Ke mana akhir perang ini: apakah bisa meluas sampai ke Perang Nuklir, bahkan Perang Dunia?

Tentu tidak semua pertanyaan bisa terjawab di dalam buku ini karena begitu kompleksinya perang ini. Kecuali itu, pembaca sejak awal harus menyadari buku “Perang Rusia Vs UKuraina” hanya mengupas peperangan ini dari sudut pandang intelijen strategis; sekali lagi hanya dari aspek intelijen strategis; aspek-aspek lain nyaris tidak diteliti.

Baca juga : Pejabat Tinggi Hindarilah Cacat Moral

Misalnya, Tim Penulis tampaknya tidak meneropong dengan kriktis faktor “Pride” (harga diri) Presiden Putin karena merasa negaranya semakin terancam oleh Barat. Ingat, setelah Perang Dunia II, dunia barat terpecah jadi 2 (dua) blok besar, yaitu blok Pakta Warswa dan NATO. Akhir dari Perang Dunia II, tentara sekutu dan Uni Soviet “bertemu” di garis yang kemudian disebut Berlin; sama-sama menggempur tentara Hitler, sehingga akhirnya di lokasi yang kemudian disebut “Tembok Berlin”. Nah, di sini 3 pemimpin dunia yang terlibat PD II bertemu dan berunding berhari-hari: Hitler, Stalin dan Winston Churchill. Dalam prundingan itulah dibentuk 2 (dua) blok negara-negara Eropa: NATO (Amerika, Inggris, Perancis, Belanda dll), serta Eropa bagian Timur (Uni Soviet, Polandia, Hungaria, Cekoslovakia, Rumania dan 1-2 negara Eropa Timur lainnya).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.