BREAKING NEWS
 

Meraih Berkah Bulan Sya`ban (7)

Meningkat Dari Shabir ke Mashabir Dan Shabur

Senin, 19 Februari 2024 05:30 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesabaran memiliki tiga tingkatan, yaitu shabir, mashabir, dan shabur. Menjadi shabir tidak terlalu berat, yang lebih berat ialah menjadi mashabir, dan yang paling berat ialah menjadi shabur. Kata shabir berasal dari Bahasa Arab dari akar kata shabara-yahbiru berarti bersabar atau menahan diri. Kata shabir menunjukkan kepada orang yang sabar, tetapi kesabarannya masih temporer, masih memberi batas, dan sewaktu-waktu masih bisa lepas kontrol sehingga kesabaran menjadi lenyap. Contoh sikap shabir “aku sudah memaafkan tetapi aku belum bisa melupakannya” atau ungkapan “tetapi kesabaran kan punya batas”. Memang sudah tidak ada lagi dendam tetapi masih ada bekas yang tertunggal di dalam hatinya.

Sedangkan kata mashabir berarti orang yang sabar dan kesabarannya bersifat permanen tanpa batas. Kalau ada orang yang membatasi kesabaran dalam kurun waktu tertentu, seperti ungkapan “aku sudah memaafkan dan aku juga sudah melupakan kesalahannya”, maka orang itu sudah masuk ketagori mashabir.

Baca juga : Meningkat Dari Mukhlish Ke Mukhlash

Sedangkan shabur hanya berlaku untuk Allah SWT. Karena itu, salahsatu sifat Allah yang ditempatkan dalam asma’ yang terakhir ialah al-Sabur. Sikap shabur sudah tidak lagi memiliki batas kesabaran. Sebesar apapun kekufuran yang didemonstrasikan hamba-Nya tetapi jika ia Kembali bertobat maka Allah SWT akan mengampuninya.

Perbedaan antara kedua istilah tersebut diilustrasikan di dalam bentuk kisah nyata dalam Al-Qur’an. Nabi Ayyub orang yang paling sabar di dalam Al-Qur”an. Ia dicoba oleh Allah SWT dengan penyakit aneh. Sekujur tubuhnya mancur dan membusuk. Bukan hanya itu, luka di sekujur tubuhnya dikerumuni belatung. Akibatnya ia dipencilkan oleh masyarakat, termasuk oleh isteri yang selama ini mendampinginya. Ia dibuang jauh di luar perkampungan di sebuah pegunungan. Ia hidup di dalam sebuah gua yang gelap dan sedi.

Adsense

Baca juga : Meningkat Dari Taib ke Tawwab (3)

Suatu ketika ia termenung dan memandangi belatung yang sedang menggerogoti tubuhnya. Ia tiba-tiba berubah pandangan terhadap belatung-belatung yang menggerogoti tubuhnya. Ia menjadikan belatung-belatung tersebut sebagai temannya dan mengatakan, wahai para belatung, sahabatku, makanlah sepuas-puasnya dagingku karena kalian semua sekarang sudah menjadi sahabatku. Kalau hari-hari yang lampau kalian kuanggap musuhku, kemana-mana saya mencari tabib untuk memusnahkan kalian, maka sekarang satu-satunya yang bersedia menemaniku di kegelapan malam di dalam gua ini hanyalah kalian. Semua orang, termasuk anggota keluargaku, membuang aku di tempat yang jauh ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense