BREAKING NEWS
 

Bhinneka Tunggal Ika: Strategi Menangkal Radikalisme Demi NKRI

Senin, 8 Juli 2024 08:02 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Radikalisme dan gerakan transnasional telah menjadi isu global yang mengancam stabilitas berbagai negara, termasuk Indonesia. Kedua fenomena ini berpotensi menggoyahkan ­keutuhan dan keberlanjutan Negara Kesatuan Republik ­Indonesia (NKRI) jika tidak ditangani secara serius.

Radikalisme seringkali ­diidentifikasi sebagai paham yang mendorong perubahan sosial dan politik dengan cara ekstrem. Sedangkan gerakan transnasional mengacu pada kelompok atau ideologi yang melampaui batas-batas negara dan menyebarkan pengaruhnya secara global.

Radikalisme dan gerakan transnasional mengancam NKRI melalui berbagai faktor penye­bab. Ideologi yang ber­tentangan dengan nilai-nilai Pancasila sering memanfaatkan agama ­untuk membenarkan tindakan ekstrem. Ketidak­adilan sosial dan ekonomi, seperti kesen­jangan ekonomi dan kemiskinan, juga menjadi lahan subur bagi penyebaran paham radikal.

Baca juga : Serangan Ransomware LockBit Guncang Geopolitik Indonesia

Ancaman radikalisme dan ­gerakan transnasional terhadap keutuhan NKRI mencakup ­beberapa dampak signifikan. Radikalisme dapat mengarah pada separatisme dan pemberontakan yang mengancam integritas teritorial NKRI, serta disintegrasi sosial yang memperburuk polarisasi dan menghancurkan kerukunan.

Bersamaan pula harus di­pahami bahwa penyebab utama radikalisme, antara lain, adalah ideo­logi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. ­Ideo­logi radikal seringkali me­manfaatkan agama untuk membenar­kan tindakan ekstrem. Gerakan transnasional, seperti ISIS atau Al-Qaeda, sering mengguna­kan propaganda agama untuk me­rekrut anggota di berbagai ­negara, ter­masuk Indonesia.

Ketidakpuasan terhadap ketidakadilan sosial dan ekonomi sering mendorong individu atau kelompok untuk mencari solusi radikal. Ketimpangan dalam distribusi kekayaan dan kesempatan sering kali memicu rasa frustrasi dan ketidakpuasan yang mendalam di kalangan ­masyarakat, yang kemudian dimanfaatkan oleh ideologi radikal.

Baca juga : Relevansi Lembaga Manajemen Pemerintahan di Era Prabowo-Gibran

Kesenjangan ekonomi, ­pengangguran, dan kemiskinan adalah lahan subur bagi penyebaran paham radikal. Kondisi ekonomi yang tidak merata menciptakan ketidakstabilan sosial, membuat masyarakat lebih rentan terhadap propaganda radikal yang menawarkan solusi cepat dan drastis terhadap masalah-masalah yang mereka hadapi.

Perkembangan globalisasi dan teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan terhadap penyebaran radi­kalisme dan gerakan transnasio­nal. Melalui internet dan media sosial, ideologi radikal bisa saja dapat menyebar dengan cepat di seluruh dunia, lalu mencapai audiens yang lebih luas daripada sebelumnya.

Salah satu konsekuensi dari radikalisme dan gerakan trans­nasional, adalah ­potensi terjadi­nya separatisme dan pemberontakan yang dapat meng­ancam inte­gritas teritorial Negara Ke­satuan Republik Indonesia (NKRI). Kelompok radikal sering ber­upaya mendirikan negara atau wilayah otonom ber­dasarkan ideologi mereka sendiri, yang bisa memicu konflik bersenjata dan memperlebar divisi di dalam masyarakat.

Baca juga : Geopolitik Pemerintahan Daerah Dalam Pembangunan NKRI

Upaya-upaya separatis yang didorong oleh ideologi radikal tersebut dapat memecah belah kesatuan dan persatuan nasional, yang pada akhirnya mengancam stabilitas negara.

Ketika kelompok-kelompok ini menganggap bahwa kepen­tingan ideologis mereka lebih penting daripada prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan NKRI, maka stabilitas negara menjadi terancam. Maka radikalisme ­tidak hanya mengancam ­ke­utuhan wilayah NKRI, tetapi juga memperburuk kerukunan sosial.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense