BREAKING NEWS
 

Bhinneka Tunggal Ika: Strategi Menangkal Radikalisme Demi NKRI

Senin, 8 Juli 2024 08:02 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Fenomena tersebut sering memicu konflik antar kelompok masyarakat, memperdalam polarisasi sosial, dan menghancurkan kerukunan yang telah di­bangun selama bertahun-tahun. Propaganda trans­nasional yang bersifat eksklusif dan intoleran juga semakin memperbesar kesenjangan di antara kelompok-kelompok masyarakat.

Ketakutan dan ketidak­amanan yang muncul di ka­langan ­masyarakat sebagai akibat dari kehadiran kelompok radikal, dapat mengurangi kepercayaan investor dan menghambat aliran investasi ke dalam negeri. ­Akibatnya, pertumbuhan ekonomi terhambat, lapangan kerja sulit tercipta, dan kesejahteraan ­masyarakat menjadi terancam.

Penyebaran ideologi radikal dan transnasional tidak hanya mengancam keamanan fisik dan politik suatu negara, tetapi juga merusak nilai-nilai moral dan budaya lokal. Propaganda yang diusung oleh kelompok radikal seringkali bertentangan dengan nilai-nilai tradisional dan agama yang telah lama dipegang oleh masyarakat.

Baca juga : Serangan Ransomware LockBit Guncang Geopolitik Indonesia

Ketika nilai-nilai moral dan budaya lokal terkikis oleh ideo­logi radikal, hal ini meng­ancam keberlanjutan identitas nasional bangsa Indonesia. ­Keragaman budaya dan ke­satuan nasional menjadi ter­ancam, menyebabkan perpecahan dalam masya­rakat.

Kendati demikian ada pen­dekatan yang efektif dalam menanggulangi radikalisme dan gerakan transnasional, yakni melalui peningkatan kualitas pendidikan. Sekolah-sekolah harus menekankan nilai-nilai toleransi, kebhinnekaan, dan nasionalisme sebagai bagian integral dari kurikulum mereka.

Dengan pendidikan yang menanamkan pemahaman ­mendalam tentang keberagaman dan pentingnya persatuan, ­generasi muda dapat dipersiapkan untuk menghadapi tan­tangan radikalisme dan berkontribusi dalam menciptakan ma­syarakat yang lebih damai dan adil.

Baca juga : Relevansi Lembaga Manajemen Pemerintahan di Era Prabowo-Gibran

Selain pendidikan, mengu­rangi ketimpangan ekonomi me­rupakan strategi penting dalam menanggulangi radika­lisme. Hal ini dapat dicapai melalui penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan distribusi kesejahteraan yang adil.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak hanya mening­katkan kesejahteraan, tetapi juga mengurangi ketidakpuasan ­sosial yang sering menjadi akar dari munculnya radikalisme. Dengan memberikan kesem­patan ekonomi yang setara, frustrasi dan ketidakpuasan yang memicu penerimaan terhadap paham radikal dapat diminimalkan.

Langkah krusial lainnya adalah memperkuat penegakan hukum terhadap individu atau kelompok yang terlibat dalam kegiatan radikal dan terorisme. Tindakan hukum yang tegas dan adil memberikan sinyal kuat bahwa negara tidak akan mentoleransi aktivitas tersebut. Penguatan aparatur keamanan dan intelijen juga penting untuk mencegah dan menanggulangi ancaman radikalisme. Dengan kemampuan deteksi dan respons yang ditingkatkan, negara dapat melindungi masyarakat dari potensi kekerasan dan konflik sejak dini.

Baca juga : Geopolitik Pemerintahan Daerah Dalam Pembangunan NKRI

Kerjasama antarnegara dan dengan organisasi internasio­nal merupakan komponen pen­ting dalam menangani gerakan transnasional. Ancaman yang me­lintasi batas negara memerlu­kan pertukaran informasi dan ­koordinasi operasional antar lembaga keamanan dari berbagai negara.

Melalui kerjasama ini, negara-negara dapat saling mendukung dalam pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme. Hubungan yang kuat dan efektif di tingkat inter­nasional menciptakan ling­kungan yang lebih aman dan damai bagi seluruh penduduk dunia.

Prof. Dr. Ermaya ­Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur ­Lemhannas RI (2001-2005) dan ­Direktur Jenderal Sosial Politik ­Depdagri RI ­(1998-2000). Kini menjabat Ketua ­Dewan Pembina Center for ­Geopolitics & Geostrategy Studies Indonesia (CGSI), Ketua TIM Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense