Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Fenomena tersebut sering memicu konflik antar kelompok masyarakat, memperdalam polarisasi sosial, dan menghancurkan kerukunan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Propaganda transnasional yang bersifat eksklusif dan intoleran juga semakin memperbesar kesenjangan di antara kelompok-kelompok masyarakat.
Ketakutan dan ketidakamanan yang muncul di kalangan masyarakat sebagai akibat dari kehadiran kelompok radikal, dapat mengurangi kepercayaan investor dan menghambat aliran investasi ke dalam negeri. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi terhambat, lapangan kerja sulit tercipta, dan kesejahteraan masyarakat menjadi terancam.
Penyebaran ideologi radikal dan transnasional tidak hanya mengancam keamanan fisik dan politik suatu negara, tetapi juga merusak nilai-nilai moral dan budaya lokal. Propaganda yang diusung oleh kelompok radikal seringkali bertentangan dengan nilai-nilai tradisional dan agama yang telah lama dipegang oleh masyarakat.
Baca juga : Serangan Ransomware LockBit Guncang Geopolitik Indonesia
Ketika nilai-nilai moral dan budaya lokal terkikis oleh ideologi radikal, hal ini mengancam keberlanjutan identitas nasional bangsa Indonesia. Keragaman budaya dan kesatuan nasional menjadi terancam, menyebabkan perpecahan dalam masyarakat.
Kendati demikian ada pendekatan yang efektif dalam menanggulangi radikalisme dan gerakan transnasional, yakni melalui peningkatan kualitas pendidikan. Sekolah-sekolah harus menekankan nilai-nilai toleransi, kebhinnekaan, dan nasionalisme sebagai bagian integral dari kurikulum mereka.
Dengan pendidikan yang menanamkan pemahaman mendalam tentang keberagaman dan pentingnya persatuan, generasi muda dapat dipersiapkan untuk menghadapi tantangan radikalisme dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih damai dan adil.
Baca juga : Relevansi Lembaga Manajemen Pemerintahan di Era Prabowo-Gibran
Selain pendidikan, mengurangi ketimpangan ekonomi merupakan strategi penting dalam menanggulangi radikalisme. Hal ini dapat dicapai melalui penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan distribusi kesejahteraan yang adil.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga mengurangi ketidakpuasan sosial yang sering menjadi akar dari munculnya radikalisme. Dengan memberikan kesempatan ekonomi yang setara, frustrasi dan ketidakpuasan yang memicu penerimaan terhadap paham radikal dapat diminimalkan.
Langkah krusial lainnya adalah memperkuat penegakan hukum terhadap individu atau kelompok yang terlibat dalam kegiatan radikal dan terorisme. Tindakan hukum yang tegas dan adil memberikan sinyal kuat bahwa negara tidak akan mentoleransi aktivitas tersebut. Penguatan aparatur keamanan dan intelijen juga penting untuk mencegah dan menanggulangi ancaman radikalisme. Dengan kemampuan deteksi dan respons yang ditingkatkan, negara dapat melindungi masyarakat dari potensi kekerasan dan konflik sejak dini.
Baca juga : Geopolitik Pemerintahan Daerah Dalam Pembangunan NKRI
Kerjasama antarnegara dan dengan organisasi internasional merupakan komponen penting dalam menangani gerakan transnasional. Ancaman yang melintasi batas negara memerlukan pertukaran informasi dan koordinasi operasional antar lembaga keamanan dari berbagai negara.
Melalui kerjasama ini, negara-negara dapat saling mendukung dalam pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme. Hubungan yang kuat dan efektif di tingkat internasional menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai bagi seluruh penduduk dunia.
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur Lemhannas RI (2001-2005) dan Direktur Jenderal Sosial Politik Depdagri RI (1998-2000). Kini menjabat Ketua Dewan Pembina Center for Geopolitics & Geostrategy Studies Indonesia (CGSI), Ketua TIM Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya