BREAKING NEWS
 

Sosiologi Korupsi (4)

Qabil, Bapak Koruptor di Bumi

Rabu, 7 Januari 2026 06:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Dari kisah-kisah dalam beberapa artikel terdahulu dapat disimpulkan bahwa potensi laten yang dapat melahirkan perbuatan korupsi antara lain:

  1.     Sifat dan rasa tinggi hati (overconfidence/al-‘uluw),
  2.     Sifat sombong dan angkuh (pride/al-istikbar),
  3.     Sifat tamak,
  4.     Daya tarik seksual,
  5.     Cinta materi yang berlebihan,
  6.     Kurangnya kesadaran hukum masyarakat,
  7.     Lemahnya rasa malu,
  8.     Lemahnya iman.

Baca juga : Jejak Awal Korupsi: Ketamakan

Apabila faktor-faktor tersebut dapat diinternalisasikan secara positif dalam diri setiap individu di masyarakat, maka korupsi tidak akan mendapat tempat.

Baca juga : Jejak Awal Korupsi: Keangkuhan

Untuk mengeliminasi korupsi di dalam masyarakat, jelas tidak cukup hanya melalui pendekatan penegakan hukum. Diperlukan pendekatan komprehensif yang menyentuh seluruh faktor pemicu terjadinya korupsi tersebut. Harus disadari bahwa memberantas korupsi dalam arti luas bukanlah perkara mudah. Malaikat, iblis, nabi, apalagi manusia biasa, terbukti sulit menghindar dari daya tarik korupsi. Oleh karena itu, pemberantasan korupsi harus dipandang sebagai jihad berkelanjutan (on-going process) dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Baca juga : Jejak Awal Korupsi: Kecemburuan

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu 7 Januari 2026 dengan judul "Sosiologi Korupsi (4) Qabil, Bapak Koruptor di Bumi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense