Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Gencatan senjata AS-Israel dan Iran sudah memasuki minggu keenam. Segala upaya untuk kembali duduk di meja perundingan terus dilakukan pihak Pakistan. Hal ini untuk mengakhiri perang permanen di kawasan Timur Tengah. Kebuntuan negoisasi Washington dan Teheran dapat memicu eskalasi perang baru. Situasi ini menciptakan kekhawatiran di kalangan pembuat kebijakan internasional.
“Ekonomi kita makin susah, Mo, kalau perang terus berlanjut,” celetuk Petruk prihatin. Romo Semar diam sambil menghela napas panjang. Semar mengamini apa yang dikatakan Petruk. Keadaaan ekonomi masyarakat level bawah sudah mulai terasa. Daya beli menurun dan susah mencari penghidupan.
Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Rebusan pisang hasil panen kebun belakang menambah nikmat sarapan pagi Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, Prabu Kresna bertindak sebagai juru damai untuk mencegah terjadinya perang besar Baratayuda.
Baca juga : Politik Dadung Awuk & Kebo Danu
Kocap kacarito, perang besar Baratayuda bakal terjadi jika para pihak tidak mau berunding. Konflik antar klan Pandawa dan Kurawa dipicu rebutan tahta kerajaan Hastina. Beberapa proposal perdamaian sudah ditawarkan. Namun masih alot untuk dapat menerima proposal perdamaian tersebut.
Prabu Kresna merupakan utusan ketiga Pandawa untuk berunding dengan Kurawa. Dua utusan sebelumnya yakni Dewi Kunti dan prabu Drupada telah gagal sebagai mediator konflik Pandawa Kurawa. Prabu Kresna menawarkan proposal “win-win solution” kepada Prabu Duryudana sebagai wakil Kurawa. Tahta kerajaan Hastina dibagi dua antara Pandawa dan Kurawa. Walaupun sebenarnya secara utuh Kerajaan Hastina milik Pandawa.
Awalnya Prabu Duryudana dapat menerima usulan Prabu Kresna tersebut. Namun Patih Sengkuni sebagai juru runding Kurawa tidak sepakat dengan poin-poin yang disampaikan Kresna. Menurut Sengkuni, Pandawa dapat menerima kembali tahta Hastina melalui perang terbuka.
Baca juga : Miskomunikasi Prabu Matswapati
Rupanya Patih Sengkuni sudah mempersiapkan segalanya dari awal. Sengkuni sengaja ingin menggagalkan perundingan damai antara Pandawa dan Kurawa. Melihat kedatangan Kresna ke Hastina hanya ditemani Setyaki, Sengkuni memerintahkan pasukan Kurawa untuk menyergap Setyaki.
Saat Prabu Kresna berunding dengan Duryudana. Setyaki menunggu dan berjaga di luar istana. Setyaki tidak menyangka mendapat serangan mendadak dari Kurawa. Setyaki memilih kabur menyusul Prabu Kresna. Prabu Kresna marah dan tiwikrama melihat Setyaki diserang Kurawa.
“Perundingan gagal dan perang Baratayuda terjadi, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Perang besar Pandawa dan Kurawa akhirnya terjadi," jawab Romo Semar pendek. “Sengkuni sebagai aktor di balik gagalnya perundingan damai. Hal yang sama bisa saja terjadi pada perundingan damai Washington dan Teheran. Jika tidak waspada terhadap aktor seperti Sengkuni," papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.