Dark/Light Mode
Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Saat perundingan program nuklir dan rudal balistik masih berlangsung, Israel dengan sengaja menyerang Iran. Amerika Serikat sebagai musuh bebuyutan Iran, tidak tinggal diam ikut menyerang pemerintahan Ali Khamenei. Akibat serangan brutal tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dan memicu kemarahan rakyat Iran.
“Dampak perang, menang jadi arang kalah jadi abu, Mo,” celetuk Petruk prihatin. Romo Semar diam tidak serta merta mau menanggapi komentar Petruk. Romo Semar waswas dengan dampak ekonomi konflik Timur Tengah. Penutupan selat Hormuz oleh otoritas Iran bakal menganggu jalur distribusi energi dunia. Akibatnya harga minyak dunia melonjak naik tanpa terkendali.
Romo Semar mensruput kopi pahit sambil menunggu waktu imsak. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Wirata Parwa. Di mana, kerajaan Wirata diserang secara mendadak oleh Prabu Duryudana dari Hastina dan Sekutunya Prabu Susarman dari Trigarta.
Baca juga : Puntadewa Memilih Bermain Safe
Kocap kacarito, Prabu Susarman dari kerajaan Trigarta menyimpan dendam terhadap Prabu Matswapati. Raja Wirata dianggap telah menghina Susarman karena menolak lamaran kepada Dewi Utari anak bontot Matswapati. Akibatnya Susarman berniat menyerang kerajaan Wirata.
Prabu Duryudana memanfaatkan kekecewaan Prabu Susarman untuk diajak bergabung menyerang kerajaan Wirata. Duryudana memiliki kepentingan menaklukkan Wirata dan mencari keberadaan Pandawa. Karena menurut informasi, Prabu Matswapati melindungi satria Pandawa.
Pasca kalah main dadu, Pandawa harus menjalani hukuman hidup di tengah hutan selama dua belas tahun lamanya. Setelah itu masih harus menjalani hukuman sebagai rakyat jelata selama setahun. Jika dalam penyamaran diketahui oleh pihak Kurawa, maka Pandawa harus mengulang lagi hukuman dua belas tahun kembali ke hutan.
Baca juga : Intervensi Sengkuni Dalam Tahta Hastina
Prabu Duryudana mengendus bahwa Pandawa hidup menyamar di kerajaan Wirata. Duryudana mengajak Prabu Susarman menyerang kerajaan Wirata secara bersamaan. Susarman menyerang dari arah selatan. Sedangkan Duryudana menyerang dari arah utara.
Serangan mendadak tersebut membuat Prabu Matswapai kerepotan. Apalagi pasukan Trigarta dan Hastina cukup besar jumlahnya. Hampir saja Prabu Matswapati tewas dalam pertempuran. Dalam keadaan genting, muncul dua satria yakni Jagal Bilawa dan Wrahatnala menyelamatkan Wirata dari serangan Trigarta dan Hastina.
Jagal Bilawa, tidak lain nama samaran Bima, berhasil memukul mundur pasukan Trigarta. Prabu Susarman tewas di tangan Bima dengan kuku Pancanaka. Sedangkan Wrahatnala atau Arjuna mengalahkan pasukan Kurawa dari sisi Utara. Duryudana tidak menyangka Kurawa kocar-kacir menghadapi serangan panah dari satria yang bernama Wrahatnala.
Baca juga : Dewan Perdamaian Bentukan Duryudana
“Hubungannya apa dengan perang Iran dan Amerika, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. "Hubungannya ada yaitu keduanya sama-sama dilandasi rasa dendam. Konflik yang dilandasi rasa dendam biasanya ending-nya tidak baik. Amerika dendam kepada Iran, karena selama ini tidak berhasil menaklukkan pengaruh Iran di Timur Tengah. Israel dendam terhadap Iran karena Iran dianggap sebagai pendukung utama Hamas,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.