Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Hampir semua agama besar pertama kali diturunkan di wilayah daratan (continental), seperti agama Hindu dan Buddha di India, serta Yahudi, Nasrani, dan Islam di kawasan Timur Tengah. Tidak mengherankan jika perkembangan agama-agama tersebut kemudian banyak diwarnai oleh kultur masyarakat kontinental.
Dalam masyarakat kontinental, struktur dan stratifikasi sosial cenderung bertingkat-tingkat dan berlapis-lapis. Terdapat kelas sosial atas dan kelas sosial bawah. Dalam agama Hindu, misalnya, dikenal sistem kasta, mulai dari kasta Sudra yang dipandang paling rendah hingga kasta Brahmana yang tertinggi. Demikian pula dalam masyarakat Arab. Menurut Reuben Levy, pada masa turunnya Al-Qur’an terdapat berbagai lapisan sosial, mulai dari tingkat paling bawah, yaitu budak, perempuan, dan orang asing (’ajami), hingga tingkat paling atas, yakni laki-laki bangsawan Quraisy dari Bani Hasyim.
Struktur dan stratifikasi sosial dalam masyarakat sesungguhnya lebih merupakan pengaruh budaya daripada ajaran agama, khususnya Islam. Setiap agama meyakini bahwa Tuhan Maha Adil dan Maha Bijaksana. Karena itu, Tuhan tidak membedakan hamba-Nya secara deterministik berdasarkan jenis kelamin ataupun status sosial yang diwariskan (ascribed status), melainkan berdasarkan usaha dan perjuangan setiap individu.
Dalam Islam, kedudukan seseorang ditentukan oleh kesungguhannya meningkatkan kualitas diri hingga mencapai derajat muttaqin, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:
Baca juga : Islam Yang Komprehensif
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS Al-Hujurat [49]: 13).
Banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang menegaskan bahwa Allah SWT Maha Adil dan tidak membeda-bedakan hamba-Nya berdasarkan apa pun selain ketakwaan, amal, dan usahanya.
Dalam masyarakat kontinental, promosi karier sering kali ditentukan oleh faktor-faktor subjektif, termasuk asal-usul sosial dan jenis kelamin. Setinggi apa pun prestasi seseorang, apabila ia bukan berasal dari kelas penguasa, peluangnya menjadi pemimpin sangat kecil. Sistem monarki absolut kerap dijumpai dalam masyarakat kontinental.
Adapun dalam masyarakat maritim, meskipun sistem monarki juga dikenal, kekuasaan raja umumnya tidak bersifat absolut. Hak-hak rakyat tetap diakomodasi. Banyak kerajaan di Nusantara bahkan mengenal mekanisme pemilihan raja oleh masyarakat atau pemberhentian raja oleh Dewan Pemangku Adat yang berasal dari kalangan masyarakat biasa.
Baca juga : Menghadirkan Islam Kafah
Dalam masyarakat kontinental, kaum perempuan umumnya sulit mengakses pusat-pusat kekuasaan karena dipandang sebagai the second sex. Dominasi laki-laki begitu kuat sehingga muncul ungkapan, “Man is the measure of all things” (laki-laki adalah ukuran segala sesuatu). Oleh karena itu, gagasan kesetaraan gender merupakan wacana yang relatif baru dalam masyarakat kontinental.
Sebaliknya, dalam masyarakat maritim banyak ditemukan perempuan yang menduduki posisi sebagai ratu atau pemimpin. Di Indonesia sendiri terdapat banyak tokoh perempuan yang pernah memainkan peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Bahkan di Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, pernah memerintah tiga orang ratu secara berturut-turut.
Ratu yang terakhir terpaksa mengakhiri kekuasaannya setelah muncul fatwa dari Majelis Ulama yang menyatakan bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin tertinggi suatu negara atau bangsa.
Fenomena-fenomena tersebut menunjukkan bahwa dalam masyarakat maritim, Islam berkembang dengan corak yang lebih akomodatif terhadap budaya lokal dibandingkan dengan masyarakat kontinental. Wallāhu a’lam.
Baca juga : Dakwah bi Lisan al-Maqal
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 8 Agustus 2026 dengan judul "Trend Masa Depan Umat (13) Islam Maritim"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.