BREAKING NEWS
 

Korupsi Masih Menghantui Indonesia Sampai 2045

Kamis, 3 September 2026 06:05 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Karena itu, jalan menuju Indonesia maju harus dimulai dari pembangunan manusia. Sistem pendidikan nasional perlu memperkuat agama, karakter, kebangsaan, keterampilan, ilmu pengetahuan, dan teknologi secara seimbang. Pendidikan revolusi mental perlu dihidupkan kembali dalam makna yang lebih substantif: membangun manusia yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, bekerja keras, menghormati hukum, dan mencintai tanah air.

Demokrasi pun harus diperkuat dengan kedaulatan politik yang berlandaskan Pancasila. Demokrasi tidak boleh menjadi sekadar kompetisi memperebutkan kekuasaan. Demokrasi harus menjadi mekanisme untuk memastikan kekuasaan bekerja bagi rakyat. Pemilu, partai politik, parlemen, pemerintah, dan lembaga negara harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional. Politik uang, transaksi jabatan, dan penyalahgunaan kekuasaan harus dilawan bukan hanya melalui hukum, tetapi juga melalui perubahan budaya politik.

Baca juga : Potensi Geopolitik Dan Geostrategi Indonesia Jadi Energi Daya Tarik Dunia

Para pejabat negara harus kembali memahami bahwa jabatan adalah amanah. Kepercayaan rakyat tidak boleh diperlakukan sebagai kesempatan untuk mengambil keuntungan. Ibadah, moralitas, dan pengabdian kepada bangsa harus menjadi orientasi kehidupan para penyelenggara negara. Kekuasaan yang dijalankan dengan kesadaran sebagai amanah akan melahirkan pelayanan.

Indonesia 2045 karena itu sesungguhnya bukan hanya pertanyaan apakah kita mampu menjadi negara maju, tetapi manusia Indonesia seperti apa yang akan membawa bangsa ini menuju kemajuan tersebut. Kita dapat memiliki sumber daya alam yang besar, teknologi yang canggih, ekonomi yang kuat, dan infrastruktur yang modern. Namun, tanpa moral, etika, kebenaran, kompetensi, dan jiwa kebangsaan, semua itu dapat berubah menjadi sumber pertikaian dan korupsi.

Baca juga : Strategi Geopolitik Dalam Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Untuk Pengembangan Karakter Bangsa

Indonesia Raya membutuhkan manusia yang mampu memandang kekayaan alam bukan sebagai milik pribadi, jabatan bukan sebagai fasilitas, kekuasaan bukan sebagai hak istimewa, dan hukum bukan sebagai alat untuk mencari celah. Indonesia membutuhkan generasi yang memahami bahwa kemajuan harus berjalan bersama keadilan dan bahwa kebebasan harus berjalan bersama tanggung jawab.

Jika moral dan etika menjadi pedoman kehidupan berbangsa, pendidikan membangun karakter dan kompetensi, demokrasi berakar pada Pancasila, serta para pemimpin mengutamakan amanah di atas kepentingan pribadi, maka bayang-bayang korupsi tidak harus menjadi takdir Indonesia sampai 2045.

Baca juga : Dalam Perspektif Geopolitik: Membangun DKI Jakarta Menunaikan Kemerdekaan RI

Dengan optimisme, kerja keras, dan keberanian melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, satu abad Indonesia merdeka dapat menjadi momentum lahirnya Indonesia Raya yang maju, berdaulat, adil, makmur, dan bermartabat.

Ermaya Suradinata, adalah Pemerhati Geopolitik dan Geostrategi, DIREKTUR JENDERAL SOSPOL DEPDAGRI (1998-2001), dan GUBERNUR LEMHANNAS RI (2001-2005).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense