BREAKING NEWS
 

Bersahabat Dengan Bala`(2)

Sabtu, 18 April 2020 08:36 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Alshabr dan Al Syukr bagaikan dua kepak sayap kehidupan yang perlu diseimbangkan. Jangan hanya pandai bersabar terhadap musibah tetapi tidak pandai bersyukur terhadap kenikmatan hidup. Atau jangan hanya pandai bersyukur tetapi tidak tahan untuk bersabar.

Setiap manusia akan diuji Tuhan dengan dua ujian, yaitu ujian keburukan (balaun sayyiah) dan ujian kebaikan. Ujian berupa keburukan biasanya sesuatu yang tidak dikehendaki oleh manusia, bahkan kebalikan dari kehendak manusia.

Contoh ujian keburukan itu ialah musibah berupa kecelakaan yang membawa korban, penyakit yang mendera, kebangkrutan usaha, kegagalan dalam pekerjaan, dan kematian anggota keluarga terdekat. Kesemuanya ini membuat hati kita menjadi terpukul dan bersedih.

Baca juga : Bersahabat Dengan Bala`(1)

Orang-orang bijak selalu menasehati kita terhadap musibah. Jika seseorang ditimpa musibah tidak perlu terlalu bersedih karena, pertama musibah bukan hanya menimpa diri kita tetapi semua orang pernah merasakannya.

Adsense

Kedua, musibah seringkali menjadi akhir dari sebuah penderitaan. Kalau kita bawa kebahasa agama, setiap musibah pasti ada hikmahnya. Boleh jadi musibah itu “surat cinta” Tuhan terhadap kita, setelah sekian lama Tuhan merindukan kehadiran kita di hadiratNya tetapi tidak pernah kita hiraukan.

Akhirnya dengan cara lain, yaitu berupa musibah, Tuhan mengundang kita dan kita pun sampai kepadanya. Bukankan Sosok yang paling pertama kita panggil kalau dilanda musibah adalah Tuhan?

Baca juga : Pemerintah Percepat Penyaluran Bansos

Musibah juga tidak perlu dirat api terlalu lama, karena dalam ba hasa agama, Nabi pernah bersabda: “Pertanda jika Allah berkehendak baik terhadap hambaNya, Dia menyegerakan siksaannya di dunia (supaya di akhirat nanti lunas), dan tanda jika Allah berkehendak buruk terhadap hamba Nya, maka dia menunda siksaanNya di akhirat”.

Hadis lain juga menjelaskan: “Tidak lah dijatuhkan suatu musibah pada seorang muslim berupa kecelakaan, kedukaan, penyakit, kesedihan, siksaan, sampai bentuknya seperti duri menusuk kaki, melainkan itu semua berfungsi sebagai penghapus dosa”.

Bahkan dalam hadis lain sebagaimana dikutip di dalam kitab Ihya’ ‘Ulum Al Din, “Demam sehari menghapuskan dosa setahun”. Subhanallah, ternyata balaun sayyiah se perti musibah mempunyai arti penting untuk lebih mematangkan spiritualitas anak manusia.

Baca juga : Wabah Pengangguran

Musibah tidak perlu di musuhi, karena orang yang memusuhi musibah akan merasakan lebih berat dan lebih menyakitkan kalau ia datang. Bersahabatlah dengan musibah, karena kalau ia datang maka akan dirasakan lebih ringan. [BERSAMBUNG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense