BREAKING NEWS
 

ASN Kelas Dunia, Serius Atau Mimpi Doang?

Jumat, 15 Februari 2019 06:35 WIB
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Delapan parameter ditetapkan untuk terciptanya ASN Kelas Dunia versi Indonesia, yakni Integritas, Nasionalisme, Profesionalisme, IT dan Bahasa Asing, Hospitality, Networking, dan Enterpreneurship.

Diterjemahkan secara sederhana, delapan parameter itu kira-kira mengandung arti sebagai berikut: Setiap ASN Indonesia harus punya integritas yang bagus, kalau bertarung di tingkat dunia. Saya asumsikan pembaca sudah tahu apa makna “integritas”. Secara sederhana, integritas sama dengan “bersih”, alias clean.

Baca juga : Jenderal Non-Job, Sebab Dan Solusinya

Pegawai atau pejabat yang berintegritas berarti tidak korup, susah disuap, tidak suka main perempuan, apalagi punya “bini muda”, siap melayani siapa saja yang perlu dilayani tanpa pamrih, bekerja benar-benar untuk bangsa dan negara, terutama kementerian tempat ia mengabdi.

Birokrat yang korup, MUSTAHIL, bisa memiliki integritas, sebab otaknya selalu dikotori “passion” bagaimana saya bisa memperkaya dan memperkaya diri saya terus! Nasionalisme berarti pengabdiannya kepada bangsa dan negara tidak usah diragukan.

Baca juga : Status Hukum “Indonesia Barokah”

Ia tidak akan mengkhianati, dalam bentuk apapun, tugasnya untuk kepentingan selain kepentingan bangsa dan negara. Ia betul-betul cinta Tanah Air, bahkan siap mati demi Tanah Airnya, kata Jenderal TNI (purn) Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan kita.

Jiwa nasionalistis berarti tidak mungkin ia tergoda dengan segala ideologi selain Pancasila, mustahil ia bergabung dengan ISIS, mengikuti aliran radikalisme pun tidak bakal. Pokoknya, NKRI, Pancasila dan UUD 1945 HARGA MATI baginya! Profesionalisme berarti ia ASN yang sungguh terdidik di bidang pekerjaannya.

Baca juga : Pelajaran Dari Kasus Baasyir

“I know my job!” teriak presiden pertama yang sama-sama kita cintai, Bung Karno. Ia bekerja dengan passion yang kuat, sungguh-sungguh, tidak hanya baca koran di kantor, ngopi 3-4 cangkir sehari, merokok, haha-hihi bersama teman-teman kantor, sambil menunggu waktu pulang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense