BREAKING NEWS
 

Etika Politik Dalam Al-Qur’an (30)

Humanity Is Only One

Rabu, 27 Februari 2019 08:11 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Nabi Muhammad SAW menjadikan dirinya sebagai contoh seorang pribadi ideal yang sangat menghargai nilai-nilai luhur kemanusiaan tanpa membedakan atribut sosial. Banyak sekali hadist Nabi yang mengingatkan umatnya agar menjadi manusia itu sesunggunya memiliki hak-hak asasi yang sama.

Nabi pernah menegur sahabatnya yang bertugas di Baitul Mal di masjidnya lantaran ada seorang perempuan tua Yahudi sedang kelaparan. Nabi memerintahkan membantu perempuan tua itu dengan mengambilkan kebutuhan pokok dari Baitul Mal.

Baca juga : Menimbang Aspek Kontinuitas Dan Orisinalitas

Ia mengisyaratkan bahwa perut lapar itu tidak ada agamanya, siapapun orang yang lapar perlu disuplay makanan. Banyak lagi peristiwa serupa dilakukan Nabi dalam lintasan sejarah hidupnya.

Pengalaman yang sama juga dipraktekkan generasi berikutnya seperti Khulafa al-Rasyidin, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan generasi tabi’in selanjutnya. Kesemuanya itu menunjukkan bahwa Al-Qur’an sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal.

Baca juga : Belajar Dari Terobosan Nabi Yusuf

Sangat tidak pantas jika ada orang memperatasnamakan Islam, khususnya Al-Qur’an, lalu melakukan kejahatan kemanusiaan seperti terorisme dan ujaran kebencian berdasarkan agama (religious hate speech).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense