BREAKING NEWS
 

Memperkenalkan Moderasi Islam Indonesia Di Luar Negeri

Problem Migran Muslim Indonesia Di AS

Minggu, 24 Maret 2019 09:27 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Persis sebagian yang dialami oleh para alumni kita yang berasal dari Perguruan Tinggi tertentu di Timur Tengah. Begitu mereka kembali ke tanah air mereka cenderung mempertontonkan budaya dan atau pemahaman keagamaan yang amat berbeda dengan budaya dan keislaman yang ada di Indonesia.

Ada di antara mereka lulus di Perguruan Tingginya terbaik (cum laude), mereka tidak mau bekerja menurut job spesialisasinya bahkan memilih berhenti menjadi PNS. Mereka berkeliling bersama jamaat tertentu ke daerah-daerah menjalankan misi dakwah dari mesjid ke mesjid.

Baca juga : Keagamaan Migran Muslim Indonesia Di AS

Apa yang dilakukannya tidak salah, apalagi itu pilihannya sendiri, namun sedikit disayangkan dana pendidikan yang dugunakan untuk menjadi doctor berasal dari uang rakyat, dan terlalu mahal untuk seorang muballig dari kampung ke kampung, yang sesungguhnya bisa juga dilakukan oleh alumni Pendidikan lokal dengan biaya murah.

Fenomena migrant muslim di dunia Barat, khususnya di AS telah dikaji oleh beberapa peneliti, seperti Prof Y.Y. Haddad, Jane I. Smith, dan John L. Esposito dalam “Religion and Immigration, Christian, Jewish, and Muslim Experiences in the US”, Murad Wilfried Hofmann dalam “Religion on the Rise, Islam in the Third Millennium”, dan yang paling terakhir Oliver Roy dalam “Globalised Islam, The Search for a New Ummah”.

Baca juga : Pelajaran Diplomasi Publik (16) Menyembuyikan Rasa Dengki

Khusus untuk muslim Indonesia Prof Muhammad Ali, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kini dipercaya sebagai Direktur Kajian Islam dan Timur Tengah di Riverside California University, mulai banyak mengkaji secara khusus perkembangan komunitas muslim di AS.

Tentu masih banyak lagi masalah lain yang perlu dikaji bagi para komunitas muslim Indonesia di AS tetapi lesson learning yang dapat diambil dari masalah tersebut di atas ialah perlu ada pembekalan khusus untuk anak-anak kita yang akan belajar atau bekerja di luar negreri.

Baca juga : Pelajaran Diplomasi Publik (14) Mengekang Syahwat Popularitas

Jika basic understanding budaya dan keagamaan anak-anak kita baik, maka insya Allah kekhawatiran itu bisa tereliminir dengan sendirinya. Allahu a’lam.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense