Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Etika Politik Dalam Al-Qur’an (45)
Pelajaran Diplomasi Publik (10) Berbahasa Diplomasi Santun
Minggu, 17 Maret 2019 14:36 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Diplomat sejati pertama kali bisa diukur melalui kemampuannya untuk berbahasa santun (qaulan hasanah) cenderung semakin langka.
Bukan saja oleh kaum muda yang tergerus oleh arus globalisasi dan modernisasi tetapi juga kaum tua. Kata-kata santun sepertinya hanya ada di dalam puisi atau cerpen-cerpen klasik.
Baca juga : Pelajaran Diplomasi Publik (9) Kenegarawan Nabi
Akhlak berbahasa semakin banyak ditinggalkan di dalam masyarakat. Tentu saja kita prihatin karena di dalam Al-Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya selalu menekankan pentingnya mengedepankan akhlak berbahasa.
Al-Qur’an selalu mengingatkan kita untuk berbahasa yang santun, bijaksana, dan penuh kearifan. Bahasa yang baik akan melahirkan masyarakat yang baik. Sebaliknya bahasa yang buruk akan melahirkan masyarakat yang buruk.
Baca juga : Pelajaran Diplomasi Publik (9) Memuliakan Tamu
Al-Qur’an mencontohkan, berbahasa kepada kedua orang tua atau senior kita sebaiknya menggunakan bahasa yang mulia (qaulan kariman): “... ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Q.S. Al-Isra’/17:23).
Terhadap anak-anak atau yunior kita menggunakan bahasa yang baik dan populer (qaulan ma’rufan): “... ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik” (Q.S. Al-Nisa’/4:5).
Baca juga : Pelajaran Diplomasi Publik (8) Diplomasi dan Kesabaran
Untuk pengungkapan data dan fakta kita diminta menggunakan bahasa yang tepat dan valid (qaulan sadidan): “...Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (Q.S. Al-Nisa’/4:9).
Terhadap kelompok oposisi atau kaum munafiq kita diminta menggunakan bahasa yang komunikatif (qaulan baligan): “...Katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka” (Q.S. Al-Nisa’/463).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya