BREAKING NEWS
 

Game PUBG dan Sejenisnya Dianggap Melatih Anak-anak Menjadi Pembunuh

Pratama Persadha : Sebaiknya Tidak Langsung Diharamkan

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 24 Juni 2019 14:23 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa mengenai hukum dan dampak game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) dan sejenisnya, menurut fikih Islam, informasi teknologi dan psikologi, Rabu (19/6).
 
Setelah melalui kajian komprehensif dalam sidang paripurna di Aula MPU, 17-19 Juni 2019, MPU Aceh akhirnya menetapkan bahwa hukum bermain game PUBG dan sejenisnya adalah haram. Untuk diketahui, PUBG merupakan game peperangan bergenre first person shooter (FPS) yang membuat penggunanya bisa bermain dengan sudut pandang orang pertama. 

Salah satu kenikmatan yang bisa diperoleh pengguna game ini adalah, pemain dapat merasakan sensasi karakter utama yang ia mainkan dalam game. Tak hanya lewat video game atau personal computer, game berjenis itu juga bisa dinikmati para pengguna android. 

Ketua MPU Aceh, Prof Muslim Ibrahim kepada Serambi, Rabu (19/6), seusai penutupan paripurna mengatakan, pengharaman game tersebut berdasarkan empat hal, yakni game itu mengandung unsur kekerasan dan kebrutalan, berpotensi memengaruhi perubahan perilaku penggunanya menjadi negatif, berpotensi menimbulkan perilaku agresif, dan kecanduan pada level berbahaya, hingga mengandung unsur penghinaan terhadap simbol-simbol Islam.
 
“Kami sudah melakukan kajian mendalam menurut fikih Islam, informasi teknologi, dan psikologi. Semua sepakat bahwa game ini dapat bermuara pada kriminalitas, krisis moral dan psikologi, serta sangat meresahkan masyarakat. Jadi, MPU Aceh menetapkan game PUBG dan sejenisnya haram,” tegas Muslim. 

Menurutnya, membiarkan pengguna, terutama anak-anak memainkan game PUBG dan sejenisnya, sama dengan melatih mereka menjadi “pembunuh-pembunuh”, karena game tersebut mengajarkan cara menggunakan senjata tajam, senjata api, dan melakukan tindakan keji lainnya. 

Bahkan yang paling melukai hati, kata Ketua MPU, dalam sejumlah permainan perang juga terdapat target-target musuh yang berbentuk simbol Islam, sehingga tanpa disadari menimbulkan rasa benci terhadap Islam. “Ada item mirip Kabah menjadi target yang harus dihancurkan. Lalu, ada simbol-simbol Islam pada game perang lainnya,” tambah Muslim. 

Baca juga : Salahuddin Al-Ayyubi : Game PUBG Masih Dibahas Komisi Fatwa

Lantas, apakah fatwa dari MPU Aceh ini akan digunakan juga oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat? Sejauh mana pembahasannya? Berikut penjelasan dari Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Salahuddin Al-Ayyubi dan ditanggapi dari segi keamanan IToleh Pratama Persadha, Ketua Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) :

Apa tanggapan Anda mengenai wacana pelarangan game online PUBG oleh MUI? 
Kabar pelarangan, bahkan memfatwa haram PUBG maupun PUBG Mobile, muncul setelah adanya peristiwa pembantaian di Selandia baru. Persis sebelum melakukan pembantaian, pelaku konon melakukan pengakuan bahwa terinspirasi game Fortnite maupun PUBG. Hal inilah yang membuat sejumlah ulama di Jawa Barat, saat itu mulai membahas PUBG yang memang sedang hits sekali di dunia dan Indonesia. 

Menurut MUI Aceh, game PUBG ini mengandung unsur kekerasan dan dikhawatirkan mempengaruhi pemainnya. Apa tanggapan Anda? 
PUBG memang dianggap sebagai game penuh kekerasan yang sangat berbahaya. Bahkan, beberapa kalangan melihat PUBG sebegai sarana pelatihan para militer. 

Adsense

Kenapa bisa digunakan untuk sarana pelatihan militer? 
Bila dilihat dari aspek kekerasan, memang PUBG sama seperti game lainnya yang diharuskan melakukan kill terhadap player lainnya. Hal yang sama dengan Call of Duty, Fortnite, Free of Fire dan Assassin. 

Lantas mengapa PUBG atau PUBG online yang mendapat sorotan? 
Popularitasnya yang melejit, memang menjadi perhatian khusus di dunia, namun sebenarnya tidak separah dan seseram game lainnya. 

Baca juga : ALI NURDIN : Tidak Ada Keterangan Pemohon Yang Relevan

Game apa lagi itu? 
Grand Theft Auto. 

Kenapa game itu? 
Ya, game yang benar-benar player diwajibkan menjadi berandal dan brutal seperti perampok. 

Di luar negeri, bagaimana perkembangan PUBG ini? 
China sendiri melarang PUBG, padahal publishernya adalah perusahaan China, Tencent. 

Alasannya kenapa? 
China melarang PUBG karena faktor adiktifnya yang berbahaya. Pemerintah China meminta Tencent membuat game serupa PUBG, yaitu Game for Peace (GoF) untuk pengganti. GoF sendiri mirip dengan PUBG, namun setting pertempurannya adalah mempertahankan pangkalan militer milik China. 

Apa aspek utamanya? 
Aspek keamanan nasional sebenarnya menjadi yang utama bagi China. PUBG seperti umumnya game lain, memberikan fitur chat yang sebenarnya umum. Namun, dalam game PUBG ada banyak trik ala militer yang bisa dipraktekkan sebagai latihan. Dikhawatirkan pemerintah China, ini bisa menjadi katalis baru untuk melatih kemampuan bersenjata, utamanya bagi daerah Mongolia dan Xinjiang. 

Baca juga : BAMBANG WIDJOJANTO : KPU Menunjukkan Kesombongannya

Di Indonesia, apakah dampaknya yang sangat berbahaya? 
Untuk Indonesia sendiri, memang yang paling berbahaya adalah faktor adiktifnya. 

Maksudnya bagaimana? 
Kan kita ketahui ya, PUBG ini tidak hanya digandrungi anak-anak, tetapi juga kalangan dewasa. Apalagi, PUBG menjadi game online paling populer saat ini bersama FIFA (sepakbola) yang dikompetisikan sebagai e-Sports. Tak tanggung-tanggung, beberapa raja PUBG tanah air berusia di bawah 17 tahun. Bahkan, beberapa anak SD sudah mengupload permainan PUBG mereka ke Youtube dan meraih ratusan ribu subscribe dan mungkin ratusan juta rupiah dari Youtube. 

Komisi Fatwa MUI sedang membahas soal ini. Bahkan MUI Aceh sudah mengeluarkan fatwa haram? 
Fatwa yang keluar, sebaiknya tidak langsung haram. [NNM]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense