RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Bakrie memiliki guru besar baru. Namanya, Prof. Deffi Ayu Puspito Sari. Prof. Deffi diukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Bakrie pada Bidang Ilmu Penerapan Teknologi Sumber Daya Hayati dan Lingkungan.
Pengukuhan ini Prof. Deffi Ayu Puspito Sari, Ph.D sebagai guru besar dari program studi Teknik Lingkungan dilaksakan di ruang 1.2 Universitas Bakrie pada Selasa (12/12).
Hadir saat pengukuhan Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, Ibu Ratna Indira Nirwan Bakrie dan pengurus, Kepala LLDIKTI Wilayah III yang diwakili Ibu Prita Ekasari, Rektor Universitas Bakrie, para Senat, dan Dosen di lingkungan Universitas Bakrie.
Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W Alisjahbana mengapresiasi keberhasilan Prof. Deffi sebagai guru besar di U-Bakrie.
Baca juga : PLN Beberkan Strategi Atasi Trilema Energi di Universitas Brawijaya
“Keberhasilan Prof. Deffi bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai cerminan dari komitmen universitas dalam menghasilkan akademisi berkualitas dan berdedikasi,” jelas Prof. Sofia dalam sambutannya.
Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, Ratna Indira Nirwan Bakrie juga menyampaikan apresiasi capaian Prof. Deffi menjadi guru besar.
Dia berharap karya ilmiah yang dihasilkan oleh Prof. Deffi dapat memberikan manfaat yang besar, bukan hanya di lingkungan akademis, tetapi juga bagi lingkungan yang lebih luas.
Wakil dari LLDIKTI Wilayah III, Ibu Prita Ekasari, S.T., M.Si mewakili menyatakan sebagai guru besar, ada tanggung jawab besar untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan keahlian yang dimiliki.
Baca juga : Unika Atma Jaya Kukuhkan Djoko Setyanto Jadi Guru Besar Ilmu Mekanika Material
"Semoga dengan keahlian yang semakin kompleks, kita dapat memberikan kontribusi positif yang lebih besar. Penghargaan ini bukan hanya sekadar pujian, melainkan juga sebuah inspirasi dalam memajukan bangsa” ungkapnya.
Sebelumnya, Prof. Deffi Ayu Puspito Sari menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Pemanfaatan Sumber Daya Hayati dengan Penerapan Teknologi yang Berkelanjutan sebagai Upaya Mencapai Zero Waste, Circular Economy, dan Pengurangan Risiko Bencana."
Dalam orasinya, dia menyoroti pentingnya integrasi antara sumber daya hayati dan teknologi berkelanjutan dalam menjawab tantangan lingkungan saat ini.
Orasi ini mencakup berbagai solusi berbasis alam dan teknologi, termasuk pemanfaatan ruang terbuka hijau, pengelolaan air limbah, serta implementasi Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya mendukung zero waste dan circular economy.
Baca juga : Kejagung Disebut Jadi Tumpuan Harapan Di Tengah Problem Integritas Penegak Hukum
Prof. Deffi juga menekankan pentingnya mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim menggunakan pendekatan Nature-Based Solutions (NBS) dan teknologi.
"Mari bersama-sama menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan untuk generasi mendatang," jelas Prof. Deffi dalam orasinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.