Sebelumnya
Educator Mundipharma Indonesia ini mengungkapkan, aktivitas berkumur menggunakan antiseptik itu untuk mencegah virus bukanlah hal yang baru. Karena World Health Organization (WHO) sudah mengeluarkan panduan untuk mengurangi transmisi penyakit atau infeksi melalui personal hygiene. “Salah satunya, mencegah penyebaran virus yang masuk ke mulut,” tutur Mery.
Selain berkumur, juga disarankan melakukan gargle dengan menggunakan obat antiseptik. Caranya mirip berkumur. Bedanya gargle dilakukan dengan menengadahkan kepala sampai posisi 45 derajat.
Baca juga : Masker Dan Hand Sanitizer Ya
Kemudian buka mulut sambil buang nafas melalui mulut, sembari tahan air di dalam. “Lalu berkumur lagi. Berkumur dan gargle dilakukan selama 30 detik,” ucapnya.
Mery menyebut, aktivitas gargle bagi orang sehat juga mampu meminimalisir risiko terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 36 persen. Karena itu, kumur dan gargling ini penting menjadi bagian adaptasi kebiasaan baru.
Baca juga : Corona Semakin Tidak Bisa Berkutik
Banyak negara maju yang sudah mengeluarkan panduan melakukan gargle, sebagai salah satu cara pencegahan ketika terjadi pandemi. Salah satunya, di Jepang.
Di negeri Matahari Terbit itu, obat kumur tidak hanya dijual dalam ukuran 100 mili atau 200 mili. Tetapi, sudah dijual literan bahkan hingga galonan! “Mereka menjadikan kumur dan gargle sebagai kebiasaan sejak lama,” tandasnya. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.