Sebelumnya
Supri mengaku kelimpungan mencari tempe. Menurut Supri, makanan olahan tempe, seperti tempe orek merupakan andalan warungnya. “Warteg itu identik dengan tempe orek. Kalau itu nggak ada, kan aneh,” tegasnya. Supri berharap, naiknya harga gas elpiji non subsidi, tidak berdampak pada gas subsidi 3 kg.
Dia meminta Pemerintah menjamin ketersediaan gas melon. “Kalau gas sampai langka, mau masak pakai apa saya? Yah mending tutup aja dah warung,” protes pria asal Brebes, Jawa Tengah ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui, harga pangan naik.
Baca juga : Bikin Aturan Kok Nyusahin Rakyat
Dia berkilah, kenaikan harga tersebut imbas situasi yang terjadi baik domestik ataupun internasional. “Kami menyadari bahwa di luar sana ada pegeseran-pergeseran pasokan karena baik efek domestik maupun internasional yang sekarang sedang terjadi,” katanya, di Jakarta Timur, Rabu (2/3).
Anies mengklaim, kegiatan pengamanan pasokan pangan di Ibu Kota berjalan sepanjang tahun. Pemprov DKI Jakarta memiliki pembagian tugas BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang bertanggung jawab untuk mengelola supply. Kemudian ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab mengelola permintaan atau demand. Ketika demand dan supply terkendali, harapannya, harga pangan menjadi terkendali.
Baca juga : Airlangga Rajin Sapa Rakyat
Anies mengatakan, Pemprov DKI juga mengerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memonitor seluruh harga pangan di Jakarta. “Kami ingin harga pangan terkendali bukan hanya selama Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun,” katanya. Sebelumnya, Kepala Satgas Pangan (Kasatgas) Polri, Irjen Pol Helmy Santika mengatakan, stok kebutuhan bahan pokok secara nasional mencukupi menjelang bulan Ramadhan. “Secara umum stok kebutuhan bahan pokok itu cukup, baik itu beras, gula, daging sapi, daging ayam, telur, minyak dan sebagainya,” kata Helmy dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta.
Helmy mengimbau, masyrakat tidak panik dan melakukan pembelian kebutuhan pokok dalam jumlah berlebihan (panic buying) atau upaya untuk mengambil keuntungan pada saat situasi seperti sekarang ini. PT Pertamina (Persero) memastikan stok gas elpiji subsidi 3 kg aman.
Baca juga : Menpora Tegaskan Program Olahraga Kemenpora Kudu Mengacu Pada DBON
Selain gas subsidi, stok elpiji non subsidi kemasan 12 kg juga mencukupi. “Stok LPG baik subsidi dan non subsidi dalam posisi aman,” kata Irto Ginting, Pejabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Kamis (3/3). Irto mengimbau agar masyarakat kelompok ekonomi mampu sebagai konsumen elpiji non subsidi untuk tidak beralih membeli gas subsidi. “Stok semua dalam kondisi aman,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.