Dark/Light Mode

Jaring Bakal Caleg

Hary Tanoe Buka Konvensi Rakyat

Jumat, 26 November 2021 06:37 WIB
Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo
Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) akhirnya meluncurkan ‘Konvensi Rakyat’ berbasis digital untuk menjaring bakal calon anggota legislatif (bacaleg) 2024. Launching itu digelar di Jakarta Concert Hall, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. 

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan, Perindo menjadi partai politik pertama yang mengusung e-Demokrasi melalui penyelenggaraan Konvensi Rakyat. 

Ia memanggil putra putri terbaik bangsa untuk mendaftarkan diri sebagai bacaleg 2024 dari Partai Perindo. 

Berita Terkait : Hary Tanoe: Konvensi Rakyat Partai Perindo Dimulai 25 November

“Perindo memanggil seluruh putra putri terbaik untuk ikut Konvensi Rakyat. Semua orang tanpa sekat, agama, suku, kelas ekonomi, dapat jadi bacaleg di seluruh tingkatan. Tembok pembatas telah ditembus demokrasi berbasis digital yang digagas Perindo,” ujarnya. 

Hary mengatakan, Konvensi Rakyat berbasis digital ditujukan untuk menjaring bacaleg di semua tingkatan pemilihan (DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota). Melalui Konvensi Rakyat ini, masyarakat dapat memilih bacaleg berintegritas, serta memiliki relasi kokoh dengan partai untuk memperjuangkan kesejahteraan publik. 

Kovensi Rakyat Partai Perindo ini juga membentuk ekosistem digital yang mampu memperkuat partisipasi politik masyarakat dalam proses pencalonan anggota legislatif,” tandasnya. 

Berita Terkait : Spesifikasi Dan Harga HP Ini Cocok Untuk Content Creator

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo Bidang Politik dan Kebijakan Publik, Heri Budianto mengatakan, sejak awal partainya berkomitmen memberi kesempatan bagi semua anak bangsa untuk maju menjadi caleg Perindo, asalkan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Dalam membuka kesempatan seluas-luasnya itu, lanjut Heri, partainya akan memilih metode konvensi digital yang disebut Konvesi Rakyat.

 “Kita membuka ruang konvensi rakyat untuk membiarkan rakyat memilih calon anggotanya. Kita buka peluang secara luas untuk anak bangsa dicalonkan atau mencalonkan diri asal sesuai dengan kriteria,” ujarnya. 

Menurut Heri, gagasan Konvensi Rakyat merupakan ide berani dan original. Sistem tersebut diterapkan sebagai bentuk pembelajaran dari keikutsertaan Perindo di Pemilu 2019. 

Berita Terkait : Operator Patimban Bakal Ganti, BKS Dan Luhut Cek Kesiapannya

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Tunjung Sulaksono menilai, memilih metode konvensi secara digital untuk mencari caleg bisa membuka ruang gelap dalam tubuh partai dalam hal rekrutmen politik. 

“Jika upaya Perindo ini untuk membuat ruang gelap menjadi ruang cukup cahaya, langkah mereka itu juga harus kita apresiasi,” ujar dosen Ilmu Pemerintahan UMY ini. 

Tunjung berharap, upaya Perindo benar-benar diimplementasikan, bukan sekadar formalitas. “Partai perlu melembagakan proses ini dan menyiapkan seluruh infrastruktur yang diperlukan untuk memfasilitasi langkah ini,” tandasnya. [SSL]