BREAKING NEWS
 

Gawat, 400 RW Di Ibu Kota Rawan Diamuk Jago Merah

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 17 September 2022 07:30 WIB
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar sebuah ruko di Jalan Haji Nawi, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (15/9/2022) malam. Dinas Pemadam kebakaran setempat mengerahkan 23 unit mobil pemadam beserta 115 personil untuk mengatasi kebakaran ruko tersebut. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww).

 Sebelumnya 
Riza meminta warga lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran.

“Jangan sembarangan lagi membuang puntung rokok. Cegah kebocoran gas dan korsleting listrik,” imbau Riza, Kamis (15/9).

Anggota DPRD DKI Neneng Hasanah mendorong Pemprov DKI memberikan pelatihan dan edukasi kepada kaum ibu untuk mencegah dan mengantisipasi kebakaran.

Baca juga : Tiap Desa Di Kabupaten Bogor Bakal Disiram Duit 1 M

“Mereka (ibu-ibu) kan hampir setiap hari berhadapan dengan kompor gas untuk memasak di rumah. Tentu ibu-ibu harus tahu bagaimana cara menghadapi persoalan seperti selang gas bocor dan persoalan lainya yang berpotensi terjadi musibah kebakaran,” beber Neneng.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, umumnya emak-emak mengalami kepanikan saat berhadapan dengan masalah saat memasak. Dengan adanya pelatihan cara memadamkan api, mereka minimal memiliki keterampilan untuk melakukan pemadaman api yang berpotensi menjadi besar.

Anggota DPRD DKI Wibi Andrino mengatakan, tingginya risiko kebakaran harus menjadi catatan serius. Untuk mencegah keparahan kebakaran, tempat hunian padat penduduk mesti disediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). “Minimal ada lokasi pengambilan air,” kata dia.

Baca juga : Hidran Di Ibu Kota Terkendala Tekanan Air

Politisi Partai NasDem ini juga meminta Pemprov DKI memperhatikan nasib korban kebakaran. Yakni, dengan memberikan bantuan, tempat pengungsian dan kemudahan mengurus dokumen penting ikut terbakar.

Sementara anggota Komisi D DPRD DKI Hardiyanto Kenneth mengimbau warga yang tinggal di kawasan padat agar memperhatikan instalasi listrik di rumahnya. Kent berharap, PLN maupun vendor penyedia utilitas melakukan perawatan kabel listrik setiap enam bulan sekali.

“Menurut pengamatan saya, banyak kabel listrik yang minim perhatian, banyak yang kendor dan menjuntai ke bawah. Kondisi itu rawan menyebabkan korsleting listrik dan bisa berujung terjadinya kebakaran,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan itu. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense