BREAKING NEWS
 

Banyak Anak Tak Mampu Putus Sekolah

Lapor, Ibu Kota Krisis SMP Dan SMA Negeri

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 23 November 2022 07:30 WIB
Ilustrasi. (ANTARA/Ho-Disdik Jakarta).

 Sebelumnya 
“Ini menjadi penyebab mengapa di DKI Jakarta, hampir 0,2 persen putus sekolah. Sehingga sekolah negeri wajib ditambah, khususnya di lingkungan padat penduduk,” ujarnya.

Minimnya daya tampung sekolah negeri, lanjut dia, menyebabkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam PPDB. Seperti, jual-beli bangku, penerimaan murid terselubung atau numpang alamat untuk mengakali sistem zonasi.

Dia menyarankan, pembangunan sekolah negeri dilakukan di daerah pinggiran. Sebab yang membutuhkan sekolah negeri itu daerah pinggiran, wilayah yang padat penduduk. Bukan di tengah kota, yang justru lebih banyak perkantoran dan gedung.

Baca juga : Koalisi NasDem, PD Dan PKS Layu Sebelum Berkembang

Andreas menyebut wilayah Tebet, Jakarta Selatan, sebagai contohnya.

“Sekolah negeri di Tebet, sebagian besar muridnya bukan berasal dari Tebet meski sudah sistem zonasi. Kenapa? Coba dicek, kebanyakan peserta didiknya itu menumpang alamat,” bebernya.

Dengan daya tampung sekolah negeri yang mencukupi, kata Andreas, tidak akan ada lagi sistem seleksi. Seperti sistem zonasi, prestasi atau usia.

Baca juga : Gerindra DKI Ungkap Sebaran SMP Dan SMA Negeri Nggak Merata

“Pemerintah mengadakan sistem seleksi karena adanya keterbatasan. Kalau tidak ada keterbatasan pasti tidak ada seleksi,” paparnya.

Andreas menegaskan, dengan adanya program wajib belajar sejatinya biaya pendidikan ditanggung negara, melalui Pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Tapi bagaimana dengan siswa yang sekolah di swasta karena tidak tertampung di sekolah negeri. Mau tidak mau, mereka harus bayar sendiri,” katanya.

Baca juga : Bank Dunia Sarankan Indonesia Kurangi Subsidi BBM Dan Alihkan Ke BLT

Akibatnya peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu, lanjutnya, terpaksa putus sekolah. Lantaran mereka tidak mampu membayar iuran. Sementara siswa sekolah negeri justru banyak yang berasal dari keluarga mampu.

“Saya berharap Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dapat mewujudkan pembangunan sekolah negeri,” harapnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense