Sebelumnya
“Harus dilihat track record pihak ketiga. Perusahaannya seperti apa, kondisi keuangannya bagaimana,” tegasnya.
Ke depan, dia berharap, agar Badan Pengelola (BP) BUMD DKI Jakarta yang mengurusi kerja sama dengan pihak ketiga, mencari operator atau rekanan yang tidak mengedepankan bisnis semata. Terutama untuk yang mengelola layanan publik.
Diungkap August, Fraksi PSI DPRD DKI siap mendukung jika program layanan bike sharing membutuhkan anggaran.
“Kami Fraksi PSI akan mendukung program yang positif dan demi kemaslahatan bersama, termasuk jika program tersebut membutuhkan anggaran,” tandasnya.
Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna menuturkan, untuk memaksimalkan layanan bike sharing perlu adanya anggaran dan kewenangan yang bertanggung jawab atas fasilitasnya. Sebab layanan ini membutuhkan anggaran dan perawatan.
“Siapa yang membersihkan, siapa yang memindahkan ketika hujan,” kata Yayat kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Kemenpora Gelar Pra Popnas Zona 1 Di DKI Jakarta
Menurut dia, jika kondisi sepedanya tak terawat bahkan rusak, tidak akan ada yang mau menggunakan sepeda tersebut.
“Dikasih gratis pun masyarakat tidak mau,” ujarnya.
Pemprov DKI, tegas Yayat, harus mengevaluasi mengenai kurangnya animo masyarakat pada layanan bike sharing. Apakah memang karena kondisi sepeda, revitalisasi halte Transjakarta atau hal lain. Layanan bike sharing selama ini banyak digunakan warga untuk bermobilitas dari halte ke halte.
Baca juga : Relawan Puan Gelar Lomba Voli Dan Beri Bantuan Alat Olahraga
Menurut Yayat, saat masih pandemi Covid-19, layanan bike sharing diminati masyarakat untuk bermobilitas atau sekadar berolahraga. Namun, ketika penyebaran Covid-19 mereda, minat masyarakat bersepeda juga berangsur-angsur menurun.
Dia menyarankan, Pemprov DKI promosi layanan bike sharing agar masyarakat dapat kembali menggunakan sepeda sebagai sarana dalam bertransportasi. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.