Sebelumnya
Akibatnya mau tak mau, papar Tauhid, untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah impor ratusan ribu ton beras.
“500 ribu ton itu sebagai cadangan, belum tentu digelontorkan,” jelasnya.
Dia menyarankan, besar impor tersebut disalurkan sedikit-sedikit sesuai kebutuhan. Terutama di daerah yang inflasinya tinggi.
Baca juga : Sikat Distributor Pangan Bandel..!
Saat ini, menurut dia, yang terpenting Pemerintah melindungi masyarakat bawah. Yakni, dengan menjaga harga beras tidak melambung terlalu tinggi dan menjamin ketersediannya.
Kemudian, Tauhid mendorong penyaluran bantuan sosial (bansos) dipercepat untuk mengatasi kenaikan harga.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut, harga beras mengalami kenaikan karena beberapa sebab. Antara lain, geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Sehingga kadang faktor distribusi sering menjadi penyebab dari kenaikan harga. Selain itu, belum adanya fasilitas gudang yang memadai untuk menyimpan hasil produksi pangan.
Baca juga : Dibantu Pemerintah, 631 Keluarga Tak Mampu di Kepri Nikmati Listrik PLN
“Harusnya, pada saat panen, negara beli (ke petani dalam negeri) melalui instrumen negara, lalu disimpan. Jangan beli pada masa shorted, ya harganya naik. Karena pertanian ada waktunya, Oktober, November, Desember itu waktu tanam,” kata Mentan Syahrul saat diskusi bersama INDEF di Jakarta, Jumat (16/12).
Meski naik, menurut Syahrul, harga beras di Indonesia masih terbilang murah dibanding negara lain di Asia Tenggara. Kata dia, berdasarkan data yang dihimpunnya, harga beras Indonesia termurah kedua. Hanya kalah dari Vietnam.
“Singapura Rp 26 ribu per kilogram (kg), Timor Leste Rp 22 ribu, Thailand Rp 17 ribu, Laos dan Malaysia Rp 13 ribu,” bebernya.
Baca juga : Jokowi Pastikan Pembangunan Rumah Warga Gempa Cianjur Dimulai
Berdasarkan data miliknya, lanjut Syahrul, harga beras di Indonesia Rp 12.380 per kg. Sedangkan di Vietnam adalah Rp 11.492 per kg. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.