Sebelumnya
Virus ini satu family dengan virus ebola. Penularan kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang ataupun hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus Marburg.
Marburg menular lewat cairan tubuh langsung dari kelelawar/primate. Kelelawar host alami virus Marburg yaitu Rousettus aegyptiacus bukan merupakan spesies asli Indonesia. Meski begitu, Indonesia masuk jalur mobilisasi kelelawar ini.
Gejala penyakit virus Marburg mirip dengan penyakit lain seperti malaria, tifus dan demam berdarah, yang banyak ditemukan di Indonesia. Hal ini, menurut Syahril, menyebabkan penyakit virus Marburg susah diidentifikasi.
Gejala penyakit tersebut berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual muntah, diare dan perdarahan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan perdarahan pada hidung, gusi, vagina atau melalui muntah dan feses.
Belum ada vaksin untuk mencegah penularan virus ini. Dan, belum ada obat khusus dalam penyembuhan.
“Pengobatan bersifat simtomatik dan suportif, yaitu mengobati komplikasi dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit,” ucap Syahril.
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, dengan merebaknya Covid-19 varian XBB 1.16 dan virus Marburg, warga harus menerapkan pola hidup sehat dan disiplin bermasker.
Menurut Dicky, dari beberapa laporan menyebutkan varian XBB 1.16 berpotensi menyebar lebih cepat.
Baca juga : Orang Pajak Pake Konsultan Pajak Ramaikan Jagat Maya
“Di India dan Amerika kasusnya cepat sekali menyebar. Artinya kemampuan varian ini dalam menginfeksi luar biasa lebih cepat,” kata Dicky.
Meski begitu, lanjut Dicky, tidak perlu panik karena imunitas masyarakat saat ini masih cukup efektif dalam mencegah keparahan dan kematian akibat berbagai varian Covid-19. Namun begitu, masyarakat tetap harus waspada.
Soal virus Marburg, Dicky menilai, berpotensi menjadi pandemi dengan angka kematian yang tinggi. Hal ini mengingat karakteristik virus Marburg yang sangat cepat menular. Dan, belum tersedia vaksin dan obatnya.
Diungkap Dicky, dari delapan kasus yang ditemukan di Guinea Khatulistiwa, lima di antaranya meninggal dunia.
Baca juga : Sukarelawan Nelayan Pesisir Pendukung Ganjar Membagikan Jaring Untuk Nelayan Indramayu
“Luar biasa besar sekali kematiannya atau fatality rate,” katanya.
Menurut dia, Indonesia tidak bisa dianggap aman dari Marburg. Sebab, virus ini bisa dibawa pelaku perjalanan internasional dari luar negeri. Kondisi ini, menunjukkan dunia kian rentan terhadap wabah.
Meski begitu, terang dia, virus ini bisa dilokalisir. Caranya, setiap orang harus tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga pola hidup sehat. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.