BREAKING NEWS
 

Alami Gejala Kepatil Arcturus

Warga DKI Diimbau Gercep Tes Covid-19

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Jumat, 28 April 2023 07:30 WIB
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama. (Foto: Ist).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemudik yang merasakan gejala terpapar Arcturus diimbau gerak cepat (gercep) melakukan tes antigen atau Polymerase Chain Reaction (PCR). Hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah kembali melonjaknya kasus Covid-19 di Ibu Kota.

IMBAUAN tersebut disampai­kan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta seiring maraknya pemudik kembali ke Ibu Kota.

Kepala Seksi (Kasie) Sur­veilans Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama mendorong warga yang bergejala atau kon­tak erat dengan pasien terpapar Covid untuk segera melakukan tes antigen atau PCR gratis di puskesmas.

Baca juga : Stok Air Galon Menipis, Warga Diminta Jaga Asupan Air Minum

“Gejala terpapar Arcturus yak­ni batuk, pilek, sakit tenggoro­kan, demam dan mata merah,” kata Ngabila di Jakarta, kemarin.

Ngabila menyarankan warga yang baru kembali ke Jakarta untuk beristirahat dengan cu­kup guna mencegah terkena penyakit. Selain itu, jangan stres, makan dan minum yang cukup dan bergizi.

“Jika kurang sehat, selalu pakai masker dan lakukan pemeriksaan antigen atau PCR. Jangan menunda, untuk memutus mata rantai penularan,” kata Ngabila.

Baca juga : Relawan Gelar Kegiatan Sosial, Ratusan Warga Malang Dukung Erick Thohir Maju Ke Pilpres 2024

Sekretaris Alumni Smandel ini mengatakan, dalam seming­gu terakhir ini situasi Covid-19 di Jakarta sangat terkendali. Ka­sus positif Covid dan kematian, tetap ada. Namun, cenderung menurun. Kebetulan, angka testing PCR juga menurun karena libur Hari Raya.

Dia menerangkan, kasus per­tama Arcturus di Jakarta berasal dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) India pada 23 Maret 2023. Menurutnya, biasanya dibutuhkan waktu 4-8 minggu untuk melihat besaran penularannya.

“Oleh karena itu perlu dilaku­kan pemantauan kasus 2-4 minggu ke depan,” tegas Ngabila.

Baca juga : Sudah Masuk Indonesia, Ini 6 Fakta Arcturus Yang Bisa Dongkrak Kasus Covid

Ngabila menegaskan, mence­gah sakit adalah upaya yang terbaik. Hal itu bisa dilakukan dengan disiplin bermasker.

“Masker dapat dipakai untuk anak usia 2 tahun ke atas,” ucapnya.

Ngabila menambahkan, warga yang baru kembali ke Jakarta tidak diwajibkan melakukan swab antigen, PCR atau karantina man­diri di rumah. Namun diharapkan­nya, pemudik selalu menjaga kesehatan. Dan, minum obat untuk warga memiliki komorbid.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense