Sebelumnya
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal merincikan, pengembangan Stasiun Tanah Abang yang dilakukan di antaranya pembangunan stasiun baru, penambahan jalur kereta dari empat menjadi enam jalur, penambahan peron dari dua menjadi empat dan penataan fasilitas integrasi antarmoda.
Revitalisasi Stasiun Tanah Abang tahap I ditargetkan rampung pada Desember 2023 dengan anggaran mencapai Rp 380,93 miliar. Sedangkan, keseluruhan pembangunan dicanangkan selesai pada September 2024. Secara keseluruhan, stasiun ini akan dibangun dengan luas bangunan utama 12.000 meter persegi dengan bangunan 2 lantai. Stasiun akan dilengkapi dengan bangunan komersil dan fasilitas pendukung, serta fasilitas disabilitas.
Dalam proyek ini, Kemenhub akan membangun Stasiun baru, emplacement (rel, persinyalan), Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di atas jalur kereta api. Kemudian, Pemprov DKI membangun pelebaran jalan dan fasilitas integrasi antar moda. Sedangkan KAI membangun area parkir, pembongkaran Depo dan Stasiun Tanah Abang eksisting.
Baca juga : Santri Dukung Ganjar Sumut Berikan Bantuan Material
Di luar itu, Pemprov DKI Jakarta akan mendorong pembangunan berkonsep Kawasan Berorientasi Transit (Transit Oriented Development/TOD) sebagai solusi penataan kawasan yang padat.
Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) Heru Nugroho menerangkan, salah satu kawasan yang akan dikembangkan menjadi kawasan TOD, yaitu Stasiun Tanah Abang, dengan konsep pengembangan fokus pada area bekas depo Stasiun Tanah Abang.
“Di kawasan mixed itu akan ada hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : Kuartal II Tahun Ini, Adaro Siap Tanda Tangani Fasilitas Pinjaman
Stasiun Tanah Abang dipilih karena lokasinya sangat strategis dan bisa menjadi pusat transit berbagai integrasi layanan moda transportasi. Nantinya, kawasan ini akan menjadi pusat transit dengan konsep compact city.
Tidak hanya di hari kerja, Stasiun Tanah Abang diproyeksi selalu padat. Catatan KAI, stasiun yang berdekatan dengan pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara ini menjadi tujuan terbanyak pengguna KRL Commuter Line.
Pada hari Minggu (2/4) tercatat sebanyak 43.413 orang naik dan turun di stasiun ini. Sebanyak 3.027 orang turun dan 10.599 orang naik. Maka tak heran jika banyak warga yang mendukung revitalisasi Stasiun Tanah Abang.
Baca juga : Ganjar Milenial Center Beri Bantuan Tandon Air
“Stasiun Tanah Abang, kalau sudah jam sibuk bikin sakit kepala. Udah rame, hectic, chaos, campur aduk. Semoga aja banyak perbaikan dan evaluasi biar baik di dalam maupun di luar stasiun ada perubahan lebih baik dalam pengendalian lalu lintas orang dan kendaraannya,” kata @applenutcoco.
“Peningkatan kapasitas stasiun KATanah Abang ini sangat diperlukan. Karena ini salah satu stasiun KAyg paling padat dan strategi di Jakarta Pusat, dan merupakan jantung jalur KAke wilayah Jakarta yang lain,” ujar @johnnelwan.
“Semoga proyeknya bikin Stasiun Tanah Abang lebih tertata dan nyaman untuk semua penggunanya. Nggak numpuk di satu titik saja di jam-jam sibuk, jalannya KRL juga semoga nggak ketahan-tahan sinyal masuk terus,” tulis @kuruukaraa. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.