Sebelumnya
Naikin Anggaran Menu Makanan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Merry Hotma meminta Pemprov DKI Jakarta memberikan subsidi pangan bagi ibu dan anak kurang mampu untuk menekan angka stunting.
Menurut Merry, budget Rp 10 ribu untuk menu makanan yang dianggarkan Posyandu belum cukup memenuhi kebutuhan gizi anak dan bayi.
Baca juga : Sibuk Urus Perusahaan, Sosialita Ini Tak Lupakan Tugas Sebagai Ibu Dan Istri
“Rp 10.000 dapat apa? Dari dulu begitu, itu perlu diangkat supaya Pemda memperhatikan,” kata Merry.
Politisi PDI Perjuangan ini mengusulkan, anggaran Posyandu dinaikkan Rp 20 ribu.
“Sudah bisa beli nasi plus ayam atau telur dan daging sapi dengan Rp 20 ribu,” ujar dia.
Baca juga : Sukses Turunkan Angka Stunting, Ganjar Disematkan Penghargaan Satyalencana Wira Karya
Sebagai langkah preventif agar subsidi tepat sasaran, Pemprov DKI Jakarta harus membangun data komprehensif mengenai kesehatan bayi dan anak.
Anggota Komisi Eini juga mewanti-wanti Pemprov DKI Jakarta mengawasi penggunaan dana untuk Posyandu tersebut.
“Jangan sampai dikeluarkan Rp 20 ribu, tapi yang diberikan hanya 12 ribu karena dananya melekat di kelurahan,” ingatnya.
Baca juga : Kunker Australia Dan Papua Nugini, Jokowi Bahas Investasi Dan Perdagangan
Selain itu, Merry menyarankan Pemprov DKI Jakarta mensubsidi produk daging dan telur karena harganya tinggi.
“Harus ada subsidi pangan bergizi khusus anak lima tahun dan ibunya. Sama seperti KJP (Kartu Jakarta Pintar) saja,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.