Sebelumnya
Menurut Indra, dari berbagai program yang dijalankan untuk menekan kasus stunting, salah satunya Open Defecation Free (ODF) atau stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Barat terus berupaya memperbanyak membangun MCK (Mandi, Cuci, Kasus) komunal, khususnya di wilayah permukiman padat penduduk.
Baca juga : Sibuk Urus Perusahaan, Sosialita Ini Tak Lupakan Tugas Sebagai Ibu Dan Istri
“Berbagai upaya kami lakukan. Kami optimistis dapat menekan kasus stunting,” katanya.
Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengatakan, salah satu cara penanganan stunting di wilayahnya dilakukan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Untuk Anak Stunting (Go Tuntas). “Aksi ini sudah kita jalankan sejak 2022,” ujarnya.
Baca juga : Sukses Turunkan Angka Stunting, Ganjar Disematkan Penghargaan Satyalencana Wira Karya
Munjirin menjelaskan, ada 15 kelurahan ditetapkan menjadi lokasi khusus percepatan penanganan persoalan stunting. Sebanyak 122 pejabat juga ditunjuk menjadi orang tua asuh balita stunting.
Selain pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, pihaknya juga menggandeng swasta untuk membantu penanganan stunting dengan memberikan bantuan Rp 1.375.000 kepada masing-masing anak asuh.
Baca juga : Kunker Australia Dan Papua Nugini, Jokowi Bahas Investasi Dan Perdagangan
Dalam kegiatan itu, pihaknya sekaligus menyerahkan data penanganan stunting sejak 2022. “Dengan sinergitas yang baik, semoga zero stunting akan tercapai,” harapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.