BREAKING NEWS
 

Pasar Tanah Abang Sepi Dihajar TikTok Shop

Doorprize Dan Hiburan Tak Mampu Kerek Penjualan

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Senin, 25 September 2023 07:30 WIB
Sejumlah kios tutup di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9). Tampak tidak ada pengunjung di pasar ini alias kosong melompong. Para pedagang memilih menghentikan sementara kegiatan usahanya karena Pasar Tanah Abang sepi pengunjung. Mereka menduga, masyarakat lebih senang berbelanja secara online karena lebih murah. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
“Saat ini, kami sedang ada aktivasi bersama BTN (Bank Tabungan Negara) di Pasar Blok B Tanah Abang yang akan berlangsung hingga 16 Oktober 2023,” terangnya.

Menurutnya, para pedagang yang menggunakan lokasi eksisting di unit usaha yang dikelola Perumda Pasar Jaya sebetulnya memiliki ke­untungan ganda dari perkembangan teknologi digital saat ini. “Mereka punya dua market, pertama kon­sumen yang datang langsung ke pasar dan kedua pembelian secara online,” paparnya.

Baca juga : Upacara Dan Peringatan HUT RI Di Swedia Dihadiri Sesepuh Dan Tokoh Masyarakat

Diungkap Agus, pihaknya su­dah gencar melakukan sosialisasi digitalisasi pasar dengan harapan para pedagang bisa cepat adaptasi terhadap pola jual beli secara online.

Dia menyebut, ramai tidaknya pasar juga bergantung pada kebu­tuhan dan daya beli masyarakat. Sebab, pada saat Lebaran pengunjung Pasar Tanah Abang masih sangat ramai.

Baca juga : Masalah Minyak Goreng, Pemerintah Diminta Beri Kepastian Hukum Ke Pengusaha

“Tentu kami akan melakukan upaya-upaya mendatangkan pembeli. Tapi dari sisi pedagang juga harus bisa lebih kreatif dan inovatif, menyesuaikan style berbelanja konsumen,” ucapnya.

Agus merinci, pengunjung Pasar Blok B Tanah Abang pada 10 September 2023, mulai pukul 09.00-16.00 WIB tercatat mencapai 16.390 orang. “Untuk tanggal 11 September itu bahkan masih mencapai 18.617 pengun­jung,” paparnya.

Baca juga : Himpunan Santri Ganjar Beri Santunan Anak Yatim Di Purwakarta

Meski begitu, Agus berharap ada perlindungan terhadap produk lokal, khususnya yang dijual oleh pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar tidak kalah bersaing dengan barang-barang impor atau produsen besar.

Sebab, kata dia, banyak pabrik atau produsen besar ikut masuk ke dunia e-commerce dan men­jual produknya dengan harga lebih murah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense