BREAKING NEWS
 

Banyak Dikeluhkan Orangtua, PPDB DKI Amburadul

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Senin, 1 Juli 2024 06:50 WIB
Calon orangtua murid (kiri) mendatangi posko Pelayanan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 70 Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), baru-baru ini. Posko Pelayanan PPDB menyiagakan petugas dari Suku Dinas (Sudin) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Sudin Pendidikan Jaksel untuk membantu orangtua calon peserta didik yang mengalami kendala pendaftaran PPDB. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Makanya kami kan beri ke­sempatan PPDB bersama untuk swasta yang di dalam ketentuan digratiskan,” jelas Budi yang mempersilakan CPDB menyam­paikan laporan jika ada pelang­garan pada PPDB 2024.

Keluhkan Sistem Zonasi

Banyak warga mengeluhkan masalah pembagian prioritas pada jalur zonasi.

Baca juga : Sarwendah, Usai Oplas Mirip Inul

“Jarak dari rumah ke sekolah SMP kurang lebih 500 meter, masih satu kelurahan. Eh karena umurnya muda jadi nggak lolos. Sebenarnya ini jalur zonasi apa jalur umur sih?” tanya @bram_acede72.

“(Jarak) Sekolah cuma 600 meter tapi masuk zona 3, umur tidak masuk karena masih 15 tahun. Tolong dong kalau jalur zonasi benar-benar berdasarkan jarak, tanpa umur sama sekali,” pinta @lovinshoppinn.

“Tolong diperbaiki lagi sistem zonasi pada PPDB tahun ini. Lo­kasi rumah saya padahal berdeka­tan dengan sekolah, tapi entah kenapa bisa masuk ke prioritas 3,” harap @nurulbebydayen.

Baca juga : Lawan Hacker, Pemerintah Kudu Kompak

“Jarak 500 meter saja ga lolos, aneh sistem zonasi sekarang.” keluh @diazkhnzaa_. “Perbaiki jalur zonasi. Prioritaskan ke­lurahan di tempat sekolah itu berdiri,” saran @edhiejohan. “Masuk zona prioritas 3, padahal jarak rumah ke sekolah cuma 5 menit jalan kaki,” kata @bada­ruddin.nurul.

Selain itu, ada juga yang mengeluhkan masih ada ke­curangan yang dilakukan wali CPDB agar anaknya diterima di sekolah pilihannya. “Bagaimana caranya ya laporin orang-orang yang culas dan pemalsuan do­kumen? Demi bisa masuk SD sampai palsukan dokumen dan tuakan umur anaknya,” ung­kap @felisharikha.

“Bagaimana cara melaporkan keanehan-keanehan PPDB DKI? Masih banyak oknum para ortu yang titip KK ke zona 1 supaya anaknya dapat masuk ke seko­lah favorit yang dituju. Mohon tanggapan dan tindakannya bagi calon murid yang ortunya menghalalkan berbagai cara untuk masuk ke sekolah favorit,” pinta @runn_kh.

Baca juga : Singgung Pilpres 2024, Zulhas: Yang Kalah Jangan Ngomel Terus

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 1 Juli 2024 dengan judul Banyak Dikeluhkan Orangtua, PPDB DKI Amburadul

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense