RM.id Rakyat Merdeka - Pembukaan taman kota selama 24 jam di Jakarta menjadi perbincangan di kalangan anggota DPRD, pakar tata kota, serta Pemprov DKI Jakarta.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William A Sarana mengatakan pentingnya budaya menjaga taman. Dia menyoroti bahwa jika masyarakat memiliki budaya yang baik, maka permasalahan sosial di taman-taman kota tidak akan terjadi.
"Sebenarnya kalau kita sudah punya budaya yang baik, sebenarnya hal-hal tersebut tidak akan terjadi," ujar William dalam Diskusi Publik “100 Hari Gubernur Jakarta” di Jakarta Pusat, Sabtu (14/6/2025).
William menegaskan pentingnya penerangan dan pengawasan sebagai langkah awal pencegahan tindak kriminal di taman kota.
"Kita membutuhkan perhatian memang penerangannya, saya kira bisa mengurangi kalau misalnya daerah semuanya itu terang," ucapnya.
Dia juga menambahkan perlunya tindakan tegas kepada pelanggar aturan taman, seperti merokok atau perbuatan asusila.
Baca juga : Bamsoet: Kenaikan Gaji Harus Dibarengi Sikap Hakim Perkuat Martabat Peradilan
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Nirwono Joga menilai pembukaan lima taman kota 24 jam, seperti Taman Lapangan Banteng dan Taman Literasi, sebagai langkah menuju kota global yang ramah warganya sepanjang waktu.
"Keberadaan taman-taman 24 jam ini menjadi awal baru bagi warga Jakarta, bisa bersaing dengan kota-kota di dunia," kata Nirwono.
Dia menyebut bahwa kota seperti Tokyo, Paris, dan New York telah lama membuka taman untuk publik 24 jam penuh. Meski sudah mulai diterapkan, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti pencahayaan yang belum merata, belum semua taman dilengkapi CCTV, hingga aksesibilitas dan fasilitas seperti toilet yang belum optimal.
"Tadi juga bisa di-check juga, belum 100 persennya ter-cover CCTV, soal toilet juga menjadi catatan," jelas Nirwono.
Dia juga menyayangkan beberapa taman ditutup terlalu cepat karena informasi layanan belum tersosialisasi dengan baik. Salah satu contohnya adalah Taman Tebet Eco Park yang hanya buka sampai pukul 22.00.
"Padahal misalnya, seandainya pada saat bulan Ramadan, teman-teman habis sahur jam 3, jam 4, dia enggak bisa nunggu subuhan di taman di depan rumahnya," tambahnya.
Baca juga : Activity Center Harita Nickel: Surganya Para Pekerja Tambang
Pakar Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriyatna menekankan, pentingnya keterlibatan komunitas dalam menghidupkan fungsi taman. Dia menyebut taman tidak boleh menjadi ruang hampa, tetapi harus memberi nilai tambah seperti kegiatan edukatif dan budaya.
Dia menyarankan agar pemerintah memberikan insentif kepada komunitas yang mau mengisi taman dengan aktivitas produktif, mulai dari edukasi, seni budaya, hingga literasi.
"Kalau tidak memberikan ruang penilaian, 24 jam mubazir," tegasnya.
Sejumlah taman di Jakarta sudah mulai dibuka 24 jam sejak bulan lalu. Namun belum semua taman mengikuti kebijakan tersebut secara penuh. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengusulkan taman mana saja yang layak dibuka 24 jam.
Selain sebagai ruang publik, taman-taman kota merupakan hasil pembangunan dengan anggaran negara. Maka, menurut Nirwono, sayang jika hanya bisa dimanfaatkan sebagian waktu saja.
"Karena gimana juga, taman itu kan dibangun dengan uang rakyat, oleh APBD ya. Sayang kalau justru taman-taman yang sudah dibangun dengan biaya mahal tadi tidak dapat digunakan oleh masyarakat secara penuh,"pungkasnya.
Baca juga : SBY Terima Kasih Prabowo Kembangkan Unhan: Sangat Membanggakan
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan lima taman kota yang mulai beroperasi selama 24 jam. Program ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperluas ruang terbuka hijau.
"Yang pertama adalah Taman Menteng Jakarta Pusat. Kemudian yang kedua Taman Lapangan Banteng yang sekarang kita berada, di Jakarta Pusat. Yang ketiga Taman Langsat Jakarta Selatan. Yang berikutnya adalah Taman Ayodya Jakarta Selatan, dan yang terakhir adalah Taman Literasi Martha Tiahahu Jakarta Selatan," ujar Pramono di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2025).
Dia menyatakan bahwa pembukaan taman selama 24 jam ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik yang sehat dan produktif, terutama setelah aktivitas kerja.
Setiap taman akan diawasi dengan kamera pengintai atau CCTV yang canggih untuk mencegah kegiatan yang tidak sesuai norma. Pemprov juga bekerja sama dengan Satpol PP untuk menjaga ketertiban.
"Dan di setiap taman yang seperti ini, ada CCTV di mana aja. Bahkan CCTV-nya, misalnya nih, kalau ada orang lagi berpacaran dan melakukan tindakan yang tidak terpuji, maka diingatkan. Karena tadi saya sudah melihat sendiri bisa di-zoom, kemudian bisa diingatkan," tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.