RM.id Rakyat Merdeka - Pada Car Free Day (CFD) perdana di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, Minggu (22/6), jalur pejalan kaki, pelari dan pesepeda dipisah.
CFD digelar mulai pukul 06.00 sampai 10.00 WIB. CFD hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin berolahraga. Ibu hamil, anak-anak di bawah 9 tahun, dan lansia dilarang masuk dan beraktivitas di kawasan CFD. Sebab, mereka rawan terpapar Covid-19.
Baca juga : Jalur Pesepeda, Pelari, dan Pejalan Kaki Dipisah
Warga yang beraktivitas di area CFD wajib memakai masker, membawa masker cadangan, tisu kering dan basah, alat pembayaran non-tunai, hand sanitizer, botol minum, dan kantong plastik. Bagi warga yang tidak memakai masker akan didenda Rp 250.000.
Khusus jalur, Pemprov DKI membuat jalur terpisah bagi pejalan kaki dan pesepeda. Rincian pemisahan lajur tersebut, yakni bagi pesepeda disiapkan 3 lajur paling kanan, olahraga lari disiapkan 1 lajur paling kiri, dan trotoar bagi pejalan kaki. Pada segmen jalan di mana hanya terdapat 3 lajur, maka 2 lajur digunakan untuk jalur pesepeda, 1 lajur untuk olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan untuk menggunakan trotoar.
Baca juga : Capres Alternatif Jangan Mentok di Kepala Daerah
Pada segmen jalan di simpang Flyover Karet, 2 lajur sebelah kanan digunakan untuk pesepeda dan 1 lajur paling kiri untuk olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan untuk menggunakan trotoar. Sementara pada segmen Simpang Susun Semanggi, 2 lajur sebelah kanan disiapkan untuk pesepeda, bagi olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan melalui kolong Simpang Susun Semanggi.
Petugas pun nampak senantiasa berjaga memastikan tidak ada pesepeda yang masuk ke jalur pejalan kaki, ataupun sebaliknya. Diketahui, jalur pesepeda dan pejalan kaki dipisah dengan cone pembatas pada CFD perdana masa PSBB transisi kali ini.
Baca juga : Melani dan Ali Berikan Bantuan Untuk Warga Korban Kebakaran
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pada pelaksanaan CFD pertama di masa transisi PSBB ini akan dilakukan pemisahan lajur jalan untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki.
"Penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan setiap warga pada setiap aspek kegiatan, termasuk saat kegiatan berolahraga. Untuk itu, kami membuat lajur terpisah agar tidak terjadi kerumunan yang berisiko terjadi penularan Covid-19," ujar Syafrin. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.