RM.id Rakyat Merdeka - Warga Jakarta merayakan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia dengan syahdu dan khidmat. Berdiri sejenak tiga menit menghadap bendera yang tertancap di tiang depan rumah sederhana mereka tepat pukul 10.17 WIB.
Sejumlah kelurahan menggelar upacara dengan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Seperti yang dilakukan warga RW 4 Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Warga bekerja sama dengan SMAN 103.
Petugas upacaranya dari siswa sekolah tersebut. Warga dan pegawai kelurahan yang hadir tidak banyak. Mereka mengenakan pakaian adat lengkap dan memakai masker. Hanya saja, usai merayakan upacara, kemarin, warga tidak melakukan kemeriahan berbagai perlombaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab, lagi panmemi virus corona atau Covid-19, sehingga berupaya menghindari kegiatan berkerumun.
Baca juga : Peringati HUT RI ke-75, Menpora Harap Masyarakat Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi
Pantauan Rakyat Merdeka di kawasan Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat, tidak ada satu pohon pinang pun yang di atasnya berisi kardus-kardus hadiah di sepanjang pinggir Kali Cengkareng Drain. Jalan Pedongkelan Raya hanya dihiasi umbul- umbul dan bendera Merah Putih.
“Tadi upacara saja di RW dan RT masing-masing. Sesuai arahan Pemprov DKI Jakarta, tahun ini tak boleh ada lomba Agustusan. Lihat aja di pinggir kali, nggak ada lomba panjat pinang, biasanya ramai,” kata Basirun, petugas keamanan lingkungan ditemui di Jalan Anggrek, Pedongkelan, Jakbar, kemarin.
Suasana yang sama terlihat di kawasan Kalimalang, Makasar, Jakarta Timur. Biasanya, banyak sekali pohon pinang yang disiapkan untuk lomba di saluran Inspeksi Kalimalang ini. Lomba panjat pinang di sini, tersohor.
Baca juga : Heran, Masih Banyak Warga Cuek Nggak Pake Masker
Biasanya yang nonton ratusan orang. Jadi tontonan menarik karena peserta lomba akan nyemplung ke kali saat gagal mencapai puncak berisi berbagai hadiah. Tahun ini, tak ada gelaran lomba. Warga Kelurahan Cipinang Melayu, Ke- camatan Makasar sepakat tak menggelarnya.
Lurah Cipinang Melayu, Agus Sulaeman mengatakan, warganya nurut untuk tak menyelenggarakan lomba panjat pohon pinang sesuai instruksi Pemprov DKI Jakarta. Warga, kata Agus, sadar pelaksanaan lomba panjat pinang melanggar protokol kesehatan. Jaga jarak tidak dimungkinkan dalam lomba ini.
“Mereka semua mengerti karena kami memberikan pemaha- man kalau sekarang masih dalam masa pandemi. Pengurus RW menyampaikan, ke pengurus RT, sehingga semua warga nurut dan mengetahui bahwa lomba panjat pinang ditiadakan,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.