BREAKING NEWS
 

Yuk, Patuhi Protokol Kesehatan

Banyak Ojol Berkerumun Dan Nggak Pake Masker

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : JAMSEN GINTING MUNTHE
Sabtu, 19 September 2020 07:20 WIB
Ilustrasi Ojol

 Sebelumnya 
Peringatan itu dikirim melalui pesan teks atau pop-up yang muncul di aplikasi mitra pengemudi.

Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Indonesia, Uun Ainurofiq mengatakan, teknologi geofencing sebenarnya telah digunakan sejak awal Grab beroperasi.

“Ini salah satu solusi inovatif dalam mendeteksi Global Positioning System (GPS) mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi. Sistem kami akan langsung memberikan peringatan kepada pengemudi yang didapati melanggar peraturan,” tandas Uun.

Dia menyakinkan, pihaknya selalu berupaya perjalanan bersama Grab selalu aman. Selain geofencing, Grab juga telah melakukan inisiatif membantu masyarakat dan mitra pengemudi beradaptasi dengan PSBB.

Adsense

Baca juga : Perketat Protokol Kesehatan Daerah Yang Gelar Pilkada!

Pihaknya meminta mitra pengemudi ikut menyosialisasikan aturan PSBB dari Pemprov DKI Jakarta.

Uun menegaskan, pihaknya tegas terhadap driver yang ketahuan tidak menggunakan masker atau berkerumun. Mereka akan diberikan sanksi penonaktifan akun selama 14 hari setelah peringatan pertama.

“Grab telah menugaskan puluhan personel untuk melakukan patroli guna memberikan imbauan persuasif kepada mitra pengemudi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Uun, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap driver yang terkena virus Corona. Grab memberikansantunan agar mereka fokus melakukan isolasi sampai masa penyembuhan.

Baca juga : PP Hospitality, Terapkan Protokol Kesehatan Untuk Sambut Tamu

Terjunkan 400 Personel

Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Pusat (Jakpus) menurunkan 400 personelnya untuk mencegah kerumunan driver ojol saat menunggu penumpang.

“Itu untuk monitoring selama PSBB ini. Ojek-ojek daring yang berkerumun kita cegah,” ujar Kepala Seksi Operasi Sudin Perhubungan Jakpus, Syamsul.

Pihaknya sudah memberikan edukasi kepada para pengemudi ojek daring agar tidak lagi melakukan kerumunan saat menunggu penumpang. “Kita sudah imbau untuk ojek-ojek daring yang berkerumun itu tidak lagi berkerumun.

Baca juga : Asal Jaga Protokol Kesehatan, Beringin Yakin Pilkada Sukses

Ini akan kita lakukan terus di delapan kecamatan di Jakpus,” ujar Syamsul. “Pokoknya di tiap titik kerumunan di kecamatan, kita langsung gerakkan petugas Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan untuk menuju ke lokasi itu,” tambahnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense