BREAKING NEWS
 

Belum Ada Vaksinisasi

“Mau Buka Sekolah, Entar Dulu Deh”

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Selasa, 24 November 2020 05:18 WIB
Ilustrasi guru mengajar secara daring sekaligus tatap muka kepada murid SDIT Nurul Amal, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Senin (16/11/2020). (Foto : NG Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Siap 13 Persen 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan, hanya 13 persen sekolah yang siap menerapkan pembelajaran tatap muka saat pandemi Covid-19. Anggota KPAI, Jasra Putra memaparkan, data tersebut didapatkan dari survei terhadap 30 sekolah sejak Agustus hingga 19 November kemarin. “Dari 30 sekolah yang disurvey hanya 13 persen sekolah yang siap,” kata Jasra.

Adsense

Ketidaksiapan sekolah terlihat dari segi fasilitas, sarana dan prasarana, hingga pengetahuan dan kedisiplinan baik orang tua dan guru mengenai Covid-19 dan pencegahannya. Sebelum tatap muka, tambah Jasra, sekolah kudu bikin sistem skoring dalam melihat kesiapan. Jika hasil skoring belum siap, maka sekolah wajib PJJ.

“Belum lagi, soal transportasi siswa, khususnya yang jaraknya jauh. Transportasi yang digunakan anak ke sekolah harus dipastikan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19,” ungkapnya.

Baca juga : Nadiem Izinkan Daerah Buka Sekolah Tatap Muka Lagi Tahun Depan

Terserah Orang Tua

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyatakan siap menggelar sekolah tatap muka pada Januari 2021 mendatang. Namun, syaratnya, sekolah harus sudah memenuhi protokol kesehatan. “Kami sudah memiliki persiapan membuka sekolah kem- bali masuk pada Januari 2021,” kata Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, saat webinar bertema Persiapan Buka Sekolah di Tengah Pandemi.

Pihaknya telah mempersiapkan panduan protokol kesehatan belajar tatap muka. Mulai dari internal kedinasan, hingga guru-guru yang telah dilatih secara berjenjang.

Untuk siswa, dia juga me- mastikan yang kembali sekolah dalam kondisi sehat. Pada intinya, ada harmonisasi di rumah, sekolah, dan juga kebijakan yang dikeluarkan untuk 8 ribu sekolah yang, termasuk 117 SMA Negeri dan 400 lebih SMA Swasta.

Baca juga : Corona Masih Parah, Buka Bioskopnya Tunda Dulu Ngapah!?

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, pembelajaran tatap muka akan dilihat dalam satu dua bulan ke depan. Tetapi yang utama adalah izin dari orang tua siswa. “Syarat pertama, kesiapan sarana prasarana pendukung di setiap sekolah. Tapi yang paling penting, wali murid diberi kesempatan untuk mengizinkan atau tidak,” ujarnya.

Pihaknya memang telah menyiapkan regulasi kegiatan belajar tatap muka. Regulasi yang diatur antara lain pengecekan suhu dan jumlah kapasitas tidak boleh melebihi 50 persen. Namun, dibuka atau tidaknya sekolah tatap muka di Jakarta, tergantung pada data penyebaran Covid-19.

“Kita akan lihat nanti data- data penyebaran Covid-19. Jadi terlalu pagi kalau (sekarang) kami menyampaikan tentang kemungkinan sekolah buka di Januari 2021,” ucapnya.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudyaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) atau Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) untuk menentukan pembelajaran tatap muka pada penyelenggaraan pembelajaran semester genap Tahun Ajaran (TA) 2020/2021.

Baca juga : Mulai 1 September, Kota Wuhan Buka Sekolah hingga TK

Ini berdasarkan keputusan bersama empat menteri, yakni Menteri Kesehatan, Mendikbud, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri. Keputusan juga disepakati oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Doni Monardo dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense