Dark/Light Mode

Anies Mau Buka Kembali Sekolah, Tapi Khusus Zona Hijau

Jumat, 15 Mei 2020 20:38 WIB
Anies Baswedan (Grafis: Iyong/RM)
Anies Baswedan (Grafis: Iyong/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemprov DKI Jakarta berencana membuka kembali sekolah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, pembukaan itu hanya dikhususkan bagi zona aman. Jadi, tidak semua wilayah.

"Terutama untuk sekolah SD. Di Jakarta ini ada red zone (zona merah) ada green zone (zona hijau). Misalnya di Rorotan, itu belum terdeteksi ada Covid-19 sama sekali. Tempat itu bersih, nggak ada masalah (sekolah dibuka lagi)," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam Rapat Pimpinan Pemrov DKI, Balaikota di Jakarta, Jumat (15/5) seperti dikutip Warta Ekonomi.

Baca juga : Fakta Apa Hoaks

Anies menjelaskan, poin penting sebelum membuka aktivitas kegiatan sekolah adalah melihat data peta lokasi sekolah dengan sebaran Covid-19 di Jakarta. Hal itu untuk menetapkan tiga alternatif yang dapat diterapkan. Pertama, membuka aktivitas kegiatan sekolah, dengan sebagian siswa belajar di sekolah. Kedua, membuka sebagian sekolah dengan semua siswa belajar di sekolah. Ketiga, membuka sebagian sekolah dengan sebagian siswanya belajar di sekolah.

"Mungkin data sekolah masuk terlebih dahulu di dalam sistem aplikasi kita, untuk kemudian sekolah-sekolah ini bisa mengetahui seberapa tinggi risiko di wilayahnya," ujar dia.

Baca juga : Anies: Tak Boleh Karantina Wilayah, Kita Karantina Wajah

Anies menyebut, beberapa daerah yang masih menjadi lokasi zona merah rawan penularan Covid-19 di Jakarta, seperti Pondok Kelapa, Tanah Abang, dan Petamburan. Dengan begitu, Disdik DKI harus memerhatikan dalam memberlakukan pembukaan sekolah dengan cara khusus atau berbeda.

"Di lokasi itu tentu prosedur pembukaannya berbeda. Jadi, menurut saya alternatif ini menarik. Penerapannya di tempat berbeda dengan rumus yang berbeda. Jadi, jangan simetrik untuk seluruh wilayah," ujar Anies.

Baca juga : Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Diusulin Buat Tangani Corona

Anies menambahkan, pembukaan aktivitas sekolah harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan Covid-19. Dia meminta agar seluruh sekolah menyediakan tempat pencuci tangan, cairan pembersih tangan (hand sanitizer) dan menerapkan jaga jarak fisik dalam ruang kelas belajar mengajar.

"Kalau perlu mulai sekarang, di tiap sekolah harus ada tempat cuci tangan. Bukan nggak mungkin tiap depan pintu kelas semuanya ada tempat cuci tangan," ujar dia. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.