BREAKING NEWS
 

Meski Ada Pelonggaran, Tapi Tetap Waspada

Antisipasi Lonjakan Covid, Puskesmas Lemah Abang Sampai Nyiapin Kantong Mayat

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 26 Agustus 2021 21:38 WIB
Kepala Puskesmas Lemah Abang, Kabupaten Bekasi, dr Erni Hardiani dalam alkshow RM.id dengan tema Testing Tracing Jangan Memble, yang digelar Rabu (25/8). (Foto: Youtube Rakyat Merdeka TV)

 Sebelumnya 
Pada Juni-Juli, kasus Covid-19 didominasi klaster perusahaan. Tetapi kini, klaster keluarga yang mendominasi. Soalnya, para pekerja yang tertular virus Corona di tempat bekerja, membawa virus ini ke rumah dan menularkannya kepada keluarganya.

"Upaya kita mengurangi potensi penularan, pasien yang positif langsung kita pisahkan, kita bawa ke rumah isolasi yang sudah tersedia. Sekarang Pemda Bekasi sudah mewajibkan," ungkap Erni.

Baca juga : Atasi Lonjakan Covid-19, Puskesmas Di Pekalongan Disulap Jadi RS Darurat

Soalnya, meski sudah menjaga semaksimal mungkin, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, tetap berisiko tinggi menularkan virus tersebut kepada keluarganya.

Masalahnya ada pada limbah atau sampahnya. Misalnya tisu, atau masker pasien. "Siapa yang bersihkan? Keluarganya kan? Itu akan menularkan ke keluarganya yang sehat," paparnya.

Baca juga : Prokes Harus Diawasi, Jangan Kadang Ketat, Kadang Longgar

Berbeda dengan tempat isolasi yang sampah atau limbahnya dikelola secara khusus. Erni pun mengajak pasien Covid-19 yang saat ini menjalani isoman, untuk menjalani isolasi di tempat-tempat yang sudah disediakan.

"Mumpung masih sepi," candanya, sambil tertawa kecil. "Jangan karena kita tak mau diisolasi, jadi rame lagi (kasus penularan)," sambung Erni.

Baca juga : Rumah Sakit Siap Siaga

Soal testing, meski kasus sudah jauh menurun, tapi Puskesmas Lemah Abang tetap berupaya mencapai target yang dipatok Inmendagri, yakni 137 testing dalam sehari. Pelaksanaannya tak mulus. Terkendala masyarakat yang ogah dites.

Begitupun dengan tracing, yang rasionya seharusnya 1:15. Artinya, jika ada satu orang yang positif Covid-19, maka 15 kontak erat harus dites. "Kami baru bisa 1:6. Kami targetkan bulan ini bisa 1:10," tandas Erni. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense