Sebelumnya
Melemparkan petasan dan batu ke arah polisi sambil meneriakkan kata-kata provokatif. Diperlakukan begitu, polisi hanya sesekali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Sampai berita ini dibuat pukul 10 tadi malam, polisi masih berusaha membubarkan massa.
Keadaan ini membuat sejumlah warganet teringat peristiwa kerusuhan 1998. Ada kerusuhan di sejumlah titik, pertokoan tutup dan sebagainya. Hanya saja, sebagian lagi menjelaskan bahwa Mei 1998 berbeda jauh dengan Mei 2019. Sejumlah netizen kemudian menceritakan bahwa situasi Mei 1998 lebih mencekam dari sekarang.
Baca juga : KPK Bukan Akuarium
Pertengahan 1998, Ibukota memang tampak mencekam. Sehari setelah peristiwa penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei, kerusuhan besar meletus. Kerusuhan juga melanda kota-kota di sekitar Jakarta. Ribuan toko, swalayan, dan pusat perbelanjaan dibakar perusuh. Di hari-hari yang nahas ini, ibukota lumpuh total. Wibawa pemerintah jatuh, sejatuh-jatuhnya.
Aksi demonstrasi memuncak saat mahasiswa berhasil menduduki Gedung DPR/MPR dan menuntut Soeharto untuk mundur. Aksi ini akhirnya berujung pada kelengseran Soeharto dari kursi presiden yang didudukinya selama 32 tahun. Presiden Soeharto mundur dari kekuasaannya pada 21 Mei 1998.
Baca juga : Relawan 01 Syukuran Menang Quick Count
"Mei 1998 kejadiannya parah, beritanya telat heboh. Mei 2019 beritanya heboh duluan, kejadiannya so far terkendali. Menunjukkan kecepatan berita mempengaruhi tindakan preventif dan kordinasi suatu kejadian, terima kasih media,” tulis @Darmanintyas.
Senada disampaikan @SoundOfYo- gi. Dia bilang pada 1998 warga ngasih air minum ke mahasiswa. “2019, warga ngasih air minum ke polisi. Siapa lagi di sini yang mau nyama-nyamain 98 dengan gerombolan badut sekarang?” ucapnya.
Baca juga : Jokowi: Pemilu Bukan Perang
Akun Jeremiajose menyampaikan hal serupa. Kata dia, dulu orang turun ke jalan untuk berjuang menjatuhkan diktator. Sekarang ini rasanya kok beda. “Mereka mengadakan people power untuk apa?,” tanyanya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.