Sebelumnya
Dia mendesak warga tidak membuat gosip-gosip yang tidak benar terkait fasilitas karantina. Warga yang tidak masuk kualifikasi karantina di Wisma Atlet seharusnya melakukan karantina di hotel repatriasi.
Atas viralnya video itu, Luhut mengaku akan mengambil tindakan.
“Ini akan kita ambil tindakan orang-orang yang lakukan hal semacam ini, jangan membuat gosip-gosip yang tak perlu, semua harus kita lakukan secara terukur, keadaan ini memerlukan kerjasama kita semua,” tegas mantan Menko Polhukam itu.
Baca juga : Daripada Ke Luar Negeri, Lalu Karantina Lebih Baik Di Dalam Negeri Aja Deh
Ketua bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane menyesalkan narasi yang dibuat si perekam video. Dia mendukung pemerintah untuk menegakkan aturan karantina kesehatan.
“Untuk jalan-jalan ada uang, tapi untuk karantina minta dibiayai pemerintah, sampai diviralkan. Aduh, mereka yang menikmati jalan-jalannya, rakyat banyak menerima akibatnya,” tekan Masdalina, heran.
Sementara itu, menyikapi kejadian ini netizen terpecah. Ada yang mendukung pemerintah dan ada juga yang mendukung si perekam video. “Woy. Rp 19 juta bisa buat setahun itu,” tulis @Wargabiasa1234. “Habis karantina merana, miskin-miskin lo pada,” timpal @AfriadiSulfi.
Baca juga : Pasca Karantina, Grace Natalie Ikut Konsolidasi PSI
Menurut @AchmadS19022371 pandemi ini banyak mafianya. “Mafia hotel lagi panen cuan. Hotel Rp 19 juta per orang. Pandemi membawa rejeki para mafia. Mafia rapid test, mafia PCR, mafia hotel karantina, mafia,” kesal dia.
“PCR : Pemerasan Cekik Rakyat. Beberapa bulan lalu, saat orang gejala flu biasa, mesti PCR yang harganya lebih mahal dari biaya periksa dokter. Bayar sendiri Sekarang mesti karantina di hotel berhari-hari dengan biaya mahal, juga biaya sendiri. Lalu negara di mana? Miris,” cuit @SirianaGde. “Sekalian aja di TARIFIN yang model Rahel Vennya kemaren. Bayar 40 Juta gak usah karantina wkwkwkwk. Mayan negara dapat duid,” ledek @zarazettirazr. “gila semua nya di bisnis in ...ya udh audit dana penangan covid,” kata @fannyfawak.
Namun, tidak sedikit juga warganet yang justru meledek para wisatawan yang bisa ke luar negeri, tapi tak mampu bayar karantina. “Ya kan mereka turis.. ya harusnya bisa ke LN ya harusnya punya uang buat karantina. Wisma atlet itu dikhususkan buat TKI, mahasiswa indonesia yg pulang dari belajar,dan pegawai negara yg habis perjalanan dinas dari LN. Kalo turis LN ya karantina di hotel biaya sendiri,” bela @prilempril. “Yaelaaahhh.. punya biaya liburan ke luar negeri tapi karantina minta gratis,” ledek @iffaafiffah. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.