Sebelumnya
“Banyak yang belanja di luar negeri, shopping, tidak mau karantina di hotel, padahal dia bisa, dia minta supaya minta dikarantina di Wisma Atlet karena gratis,” beber Luhut.
Dia mendesak warga tidak membuat gosip-gosip yang tidak benar terkait fasilitas karantina. Warga yang tidak masuk kualifikasi karantina di Wisma Atlet seharusnya melakukan karantina di hotel repatriasi.
Baca juga : Saran Nih, Pake Subsidi Silang Aja
Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto ikut meluruskan informasi keliru soal karantina. Kata dia, fasilitas karantina terpusat dengan biaya ditanggung pemerintah hanya untuk pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar dan pegawai pemerintah yang kembali dari penugasan.
“WNI yang tidak termasuk kriteria yang disebut dipersilakan menjalani karantina di tempat akomodasi karantina atau hotel yang mendapatkan rekomendasi dari Satgas yang bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),” tulis Hery Trianto, di Jakarta, kemarin.
Baca juga : Parpol Kuat, Rakyat Senang
Soal adanya penumpukan di bandara, Satgas mengaku telah memperbaiki prosedur registrasi, menambah personel, hingga menambah kamar karantina untuk mengurai antrean. Sejak Minggu (19/12), secara perlahan proses karantina berlangsung lancar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menjelaskan, tarif karantina dianggap tinggi karena ada pengeluaran yang harus ditanggung pihak hotel. Misalnya, jasa dokter, perawat, tenaga keamanan, dan perawatan perangkat lunak situs pemesanan hotel.
Baca juga : Pasca Karantina, Grace Natalie Ikut Konsolidasi PSI
Ia membantah hotel yang ikut program karantina disebut mencari cuan di tengah masa pandemi. “Kami memang berbisnis, tapi sangat dibatasi oleh batas tarif yang sudah ditentukan,” ujar Maulana.
Meski begitu, ia tak membantah jika aturan karantina disebut bisa mendatangkan profit untuk penginapan, terutama yang okupansinya rendah. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.