RM.id Rakyat Merdeka - Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) telah melakukan pemeriksaan terhadap seorang personel TNI, yang diduga terlibat dalam pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia.
Informasi terkait hal tersebut, diperoleh pihak AL berdasarkan hasil investigasi internal.
"Karena kami tidak dapat informasi dari luar, maka kita cari di dalam sendiri. Kita kan memiliki perangkat intelijen dan sebagainya. Kemarin, kita temukan ada anggota kita yang mengontrakkan rumah miliknya," ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/1).
"Dia tidak tahu, rumahnya dijadikan tempat berkumpul PMI gelap, sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. Tapi, karena ini kelalaiannya, sekarang ini dia diperiksa di POMAL," imbuhnya.
Meski begitu, pihak AL tak mau percaya begitu saja terhadap pengakuan tersebut.
Yudo memastikan, bakal memberi hukuman jika anggotanya memang terlibat.
Baca juga : TNI AU: Kalau Terbukti, Pasti Kena Sanksi Tegas
"Kita akan dalami dulu, apakah benar-benar dia tidak tahu? Masak iya, rumahnya dikontrak, tapi nggak tahu siapa yang ngontrak. Apalagi, rumah itu juga digunakan untuk urusan ilegal. Masak iya nggak tahu? Makanya ini masih didalami. Pasti akan kita hukum, jika memang terlibat. Apakah hukumannya pidana atau disiplin, itu tergantung dari hasil pemeriksaan POMAL," papar Yudo.
Kasus dugaan keterlibatan oknum TNI AU dan AL ini terungkap, setelah Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyampaikan hasil investigasi karamnya kapal pengangkut PMI Ilegal di lepas pantai Johor Bahru, Malaysia pada Rabu (15/12).
"Ada dugaan keterlibatan oknum TNI AL dan oknum TNI AU dalam membantu kegiatan pengiriman PMI ilegal," kata Benny dalam jumpa pers, di Jakarta, Selasa (28/12). [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.