Sebelumnya
Koordinator Hotel Repatriasi PHRI Vivi Herlambang mengungkapkan, pihaknya telah memberikan skors bagi hotel karantina yang memberikan pelayanan buruk. Yakni Hotel C’One Cempaka Putih, Jakarta.
“Suspend seminggu tak bisa menerima tamu,” ungkapnya.
Vivi mengungkapkan, sejak awal pihaknya sulit mencari hotel yang mau menjadi lokasi isolasi mandiri pasien positif Covid-19. Padahal, situasi Omicron yang makin banyak di Indonesia membuat kebutuhan hotel isolasi semakin mendesak.
“Hotel ini mau karena dia punya Pemerintah Daerah (Pemda). Kami juga panik karena nggak ada yang mau jadi hotel untuk isolasi pasien positif. Semua sudah ditawari, berat, pada nggak mau. Pemda kemudian menawarkan ini,” kata Vivi.
Baca juga : Jangan Nekat Keluar Negeri!
Akun @astri.cahyani mengatakan, fasilitas dan pelayanan karantina mandiri di hotel harus sesuai tarif yang dibayar. “Nah, Pemerintah ayo perbaiki donk, harga hotel bintang lima tapi kok kayak kos-kosan. Jangan bikin malu,” katanya.
“Ngerampok ini namanya,” cetus @rfshnjni. “Pemerintah buat malu saja, masa fasilitas hotel kerja sama nggak dilihat dulu. Tolong cek dong! Kalau sudah begini semua rakyat Indonesia jadi malu,” ungkap @hendrikkus.
Akun @jargunawan0910 mengatakan, seharusnya Pemerintah melakukan double check untuk sanitasi dan kebersihan setiap hotel karantina. Apalagi, ada manajer yang bertugas dan tanggung jawab untuk biaya karantina yang dibayarkan.
“Sedih banget, apalagi ada anak-anak. Bikin malu Indonesia. Memang peraturan nggak jelas begini, jadi takut mau ke luar negeri nanti baliknya nasibnya begini juga,” kata @louise_andriani_rasan.
Baca juga : UMKM Binaan Airlangga Borong Dagangan PKL, Lalu Dibagikan Gratis
“Jelek banget (fasilitas hotel yang didapat Martin). Adik saya karantina 10 hari berdua suaminya di @aryaduta_hotels bayar Rp 21 juta dengan fasilitas wow, suite room, makanan enak-enak. Ini asli jelek banget,” ungkap @dilla_mariam.
Akun @treearochma mengatakan, apa yang dirasakan Abah Omar menjadi pelajaran berharga bagi pelaku perjalanan internasional yang akan ke Indonesia.
Akun @nonaseptiana juga menyesali fasilitas hotel karantina tersebut. Kondisinya sangat miris. Harga yang ditetapkan tidak sesuai dengan fasilitas yang didapatkan. “Mudah-mudahan dapat ditindaklanjuti sama pihak yang berwenang,” harap dia.
Sementara, @hhauja menilai fasilitas dan pelayanan hotel karantina yang didapatkan pelaku perjalanan internasional di Indonesia sudah layak dibandingkan negara lain.
Baca juga : Kapolri Minta Jajarannya Terjun Ke Lapangan Untuk Dengar Aspirasi Masyarakat
“Masih bagus bisa keluar kamar dikasih waktu untuk berjemur. Di negara lain, 14 hari isolasi di dalam kamar tidak boleh keluar,” ungkapnya. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.