BREAKING NEWS
 

2 Jurus Sambut Ramadan Dan Idul Fitri

Vaksinasi Dan Taat Prokes Yuk!

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 6 Maret 2022 08:00 WIB
Ilustrasi Protokol Kesehatan. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.).

 Sebelumnya 
Akun @Rizqillahdhanialbar bersyukur terjadi penurunan kasus positif dan aktif Covid-19 di Tanah Air. Dia mengingatkan, kondisi terjadinya penurunan harus disyukuri sebagai pemberian Tuhan.

“Semoga yang meninggal terus turun di hari -hari ke depanya,” harap @akmalul_ibad. “Alhamdulillah, semoga insentif para nakes juga dari akhir tahun sampai sekarang bisa turun,” tambah @fahrulzmyas.

Dengan melandainya kasus Covid-19, @Davin_Maulana meminta Pemerintah tidak lagi menerapkan pembatasan apapun pada bulan Ramadan dan Idul Fitri. @Moch_ginanjar juga berharap bulan Ramadan situasi sudah normal dan bisa beribadah dengan tenang.

Baca juga : Yuk, Lawan Varian Omicron Pakai Vaksinasi Dan Prokes

Akun @dr_koko yakin, dengan kecenderungan situasi seperti sekarang ini, di mana penerapan protokol kesehatan tinggi, Ramadan dan Idul Fitri bakal dilalui dengan bersahaja. Ramadan dan Lebaran akan dalam kondisi yang lebih baik lagi ketimbang 2 tahun lalu.

“Mohon tetap saling mengingatkan dan pakai masker,” kata @dr_koko. “InsyaAllah kami selalu menjaga prokes dan membawa masker buat orang lain yang tidak pakai,” timpal @KiyatnoB.

Akun @ahimcakep mengingatkan, meski kasus Covid-19 di sejumlah provinsi turun, masyarakat wajib konsiten menjaga prokes. @Gamaraaz berharap, kasus Covid-19 benar-benar turun dan bukan karena mau kejar target demi mengubah status pandemi menjadi endemi.

Baca juga : Cegah Omicron, Kapolri Kembali Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Dan Disiplin Prokes

“Melandai atau memang tracing yang berkurang? Soalnya banyak yang positif Covid-19 tidak dihubungi petugas Dinkes dan Satgas Covid-19 di daerah,” kata @edogawa2000.

Akun @kartikaputri1991 menimpali. Dia bilang, warga yang mengalami gejala ringan tidak melakukan tes Covid-19 dan hanya diminta isoman. Kata dia, Mereka berobat ke klinik dan dikasih obat dokter.

“Banyak warga yang gak melapor saat positif Covid-19 dan lansung isoman. Jadi gak ke-tracing,” kata @Gaul_woro.

Baca juga : Sambut HUT Pegadaian Hadirkan Beragam Promo

Akun @Coffeelover9361 menduga, kasus Covid-19 turun karena testing-nya juga turun. Kata dia, selama ini yang kencang melakukan testing hanya DKI Jakarta. Begitu Jakarta melandai, jumlah yang ikut tes pasti turun.

“Coba provinsi lain dikejar 3T-nya pasti banyak,” kata dia.

Akun @HengkyBisa menambahkan, sampai saat ini angka positivy rate bertahan di angka tinggi. Kata dia, walaupun positif harian rendah, namun angka positivity rate tinggi, secara logis, angka kematian dan angka kasus aktif akan menyusul pula. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense