Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buya Syafii Sebut Ridwan Kamil Pandai Berdalil, Khawatir Orang Sunda Jadi Presiden Berikutnya

Minggu, 23 Januari 2022 21:22 WIB
Cendekiawan muslim Buya Syafii Maarif menghadiri ground breaking pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS) di Ciparay, Kabupaten Bandung Selatan, Minggu (23/1). (Foto : Didi Ridjadi/RM.id)
Cendekiawan muslim Buya Syafii Maarif menghadiri ground breaking pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS) di Ciparay, Kabupaten Bandung Selatan, Minggu (23/1). (Foto : Didi Ridjadi/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cendekiawan muslim Buya Syafii Maarif menghadiri ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS) di Ciparay, Kabupaten Bandung Selatan, Minggu (23/1).

Di awal sambutannya, Buya Syafii sempat menyinggung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang disebutnya pandai berdalil.

Sebelumnya, Ridwan Kamil dalam sambutannya mengutip beberapa ayat terkait pembangunan di Jawa Barat dan pertanggungjawaban seorang pemimpin di hadapan Tuhan.

"Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil,red) yang pandai berdalil ini," ujar Buya Syafii.

Berita Terkait : Rakyat Pilih Capres Sipil Dibanding Militer, Airlangga Jadi Sosok Terkuat

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu berseloroh, merasa khawatir jika Presiden Indonesia yang akan datang merupakan orang dari Suku Sunda.

"Saya agak khawatir ya, presiden yang akan datang orang Sunda gitu loh. Ini bukan kampanye ya," selorohnya.

Buya Ahmad Syafii Maarif memberikan sambutan mewakili keluarga besar Jenderal Fahmi yang menjadi donatur utama pembangunan rumah sakit empat lantai tipe D di atas lahan seluas 1,1 hektare itu.

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersama dengan sejumlah tokoh nasional melakukan ground breaking pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS).

Berita Terkait : Omicron Disebut Bergejala Ringan, Tapi Kalau Lansia Atau Komorbid Yang Kena, Bisa Lain Ceritanya

“Kehadiran Rumah Sakit di kawasan Ciheulang-Ciparay ini masih diperlukan oleh masyarakat. Di kawasan Kecamatan Ciparay dan sekitarnya dengan jumlah penduduk yang banyak masih diperlukan perluasan dan pengembangan lembaga pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan umum,” kata Haedar Nashir.

Muhammadiyah berharap rumah sakit ini mampu meberi konstribusi bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Melalui RSMBS, masyarakat sekitar diharapkan dapat lebih mudah, cepat, dan leluasa memperoleh pelayanan kesehatan, sehingga berdampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan warga,” kata Haedar yang merupakan putra asli Ciparay.

Dia juga menyebut, Bandung Selatan punya nilai historis.

Berita Terkait : Pengamat: Kebijakan Fiskal Era Megawati Jadi Pijakan Pemerintahan Berikutnya

“Bandung Selatan adalah kawasan bagian selatan dari Kabupaten Bandung. Nama ini tersohor ketika Ismail Marzuki tahun 1948 membuat lagu ‘Bandung Selatan Di Waktu Malam’, sebuah lagu yang melegenda,” ujarnya.

Selain itu, Bandung Selatan juga menjadi salah satu titik penting peristiwa heroik ‘Bandung Lautan Api’ di kawasan selatan.

"Dengan demikian Bandung Selatan menjadi nama yang ikonik dan populer di hati masyarakat luas, baik di Jawa Barat secara khusus maupun di tanah air Indonesia,” tandasnya. [DR]