RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia membolehkan impor sampah ke Tanah Air. Di dalam negeri saja sampah bejibun. Bahkan jadi masalah tak terselesaikan. Warganet kesel.
Kebijakan impor sampah tertuang dalam Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) 31/2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya (B3) dan Beracun dan hasil Konvensi Basel tentang B3.
Dampaknya, Indonesia diserbu sampah dari Amerika dan Eropa. Dua pekan kemarin, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PLSB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati mengakui Indonesia dikirimi 16 kontainer barang impor yang disusupi sampah plastik. 11 kontainer dikirim ke Batam dan 5 lainnya di Surabaya.
Rosa mengatakan, sampah yang dikirim ke Tanah Air tidak bisa didaur ulang. Karena itu, pemerintah akan mengirim ulang kontainer sampah ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
“Kami sedang berkoordinasi dengan beberapa kementerian dan negara pengimpor untuk proses pengiriman kembali atau re-ekspor,” kata Rosa.
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendesak pemerintah segera menghentikan impor sampah. Khususnya sampah berbahan plastik. Sebab, tidak semua sampah plastik yang diimpor dari luar negeri bisa didaur ulang. “Malah, lebih banyak yang tidak bisa didaur ulang.”
Baca juga : TKN Minta Tunggu Putusan Akhir MK
Masalah impor sampah ini membuat warganet kesal. @CikaTongkodu ngedumel dengan kebijakan pemerintah. “Negeri impor. Garam impor, beras impor, jagung impor, guru impor, tenaga kerja impor dan parahnya “Sampah aja diimpor”,” kesalnya.
@Imam_ahmaad menilai, keputusan pemerintah membolehkan impor sampah merupakan kebijakan mengecewakan.
“Sebenarnya di Indonesia kekurangan orang cerdas atau pemerintah kekurangan orang jujur?” ujar Musliem.
@AgusSas juga kesal. Kata dia, Indonesia adalah bangsa yang terhormat, bukan tempat penampungan sampah.
“Dikira negara kita TPS kali ya... Mana yang teriak NKRI harga mati? Gak ada harganya menurut ane mah,” sindirnya.
@Bintang68883746 menilai kebijakan pemerintah yang membolehkan impor sampah membuat marwah dan harga diri bangsa tercoreng. “Sampah saja diimpor, apalagi para TKA aseng pasti diimpor juga.”
Baca juga : Selama Ramadan, Warga Timur Tengah Makin Aktif Di Dunia Maya
@fahmycs mengakui, selama ini Indonesia termasuk negara penyumbang sampah besar. Tapi, sekarang Indonesia malah impor sampah.
@TheDarkArema malah bertanya-tanya. Dia bilang, memang selama ini Indonesia kekurangan sampah sehingga harus mengimpor dari negara lain. “Sampah aja harus impor, apa di Indonesia sudah defisit sampah?”
“Impor kok impor sampah plastik si Pak Bos. Alibinya buat bahan baku. Lah Indonesia aja penyumbang sampah kedua terbesar di Asia Tenggara setelah China, gimana ceritanya penghasil sampah kekurangan sampah, apalagi sampah plastik, main sana ke bantargebang,” sindir Benn @bennimhwk.
Impor sampah ternyata sudah menyebar ke beberapa wilayah. @arwidodo mengungkapkan, tumpukan sampah dari Uni Eropa dan Amerika menjulang tinggi di Mojokerto,
Indonesia.
“Diperkirakan menerima sedikitnya 300 kontainer yang sebagian besar menuju ke Jawa Timur setiap harinya,” beber dia.
@ramnrif menduga, kebijakan sampah ini akan membuat masyarakat resah. Terutama mereka yang berkecimpung dalam lingkungan.
Baca juga : Warganet Usul Tak Harus One Way, Lihat Sikon Aja...
“Nasib ya nasib, kita jadi bangsa sasaran impor, mulai dari ikan asin, ikan teri, cangkul, garam, beras, buruh hingga sampah. Jika dikelolah dengan amatiran bangsa kita akan jadi negara taklukan. Negara besar kaya raya tapi tak berdaulat secara ekonomi,” keluh Tuffael.HY @tufaelhy.
Kendati begitu, ada juga warganet yang mendukung kebijakan impor sampah. @ ImperiumKnights salah satu yang mensupport impor sampah ke Indonesia. Kata dia, impor sampah tidaklah gratis, tapi pihak asing yang membayar kita.
“Selama pembuangannya sesuai aturan, apa salahnya? Di pasar sampah dunia Indonesia juga sangat kecil, 100 ton itu kecil, Hong Kong saja punya impor 64.5 juta ton,” paparnya.
@romadistabat memberikan dukungan adanya impor sampah. Bagi dia, hampir semua sampah yang diimpor masih bisa didaur ulang.
“Yang diimpor tuh sampah untuk direcycle dibuat plastik, bukan sampah biasa. Kemarin karena banyak sampah biasa yang gak bisa di-recycle, makanya dikembalikan ke US karena tidak memenuhi syarat, dimana salahnya?” tegas @HerlinaWoods. [REN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.