RM.id Rakyat Merdeka - Semua orang tahu, PDIP adalah parpol pendukung utama pemerintah, karena Presiden Jokowi adalah kader banteng.
Namun, Puan Maharani yang juga berdarah banteng, jadi sering nanduk ke pemerintah.
Akhir-akhir ini, Ketua DPR pertama perempuan itu, lebih sering menonjolkan wajah "oposisi".
Selama ini, Puan dikenal dekat dengan Jokowi. Bahkan belum lama ini juga, Puan sempat pamer keakraban saat bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ditambah lagi, Puan merupakan bekas anak buah Jokowi di Kabinet Indonesia Kerja, dengan menjabat sebagai Menko Pembangunan Manusian dan Kebudayaan (PMK) periode 2014-2019.
Baca juga : Baby Margaretha, Ingin Panggil Arwah Suami
Namun, di balik kedekatan dan keakraban itu, Puan juga aktif menyampaikan kritik.
Sikap Puan yang kritis ini, sudah terasa saat menanggapi soal minyak goreng yang mahal dan langka, awal tahun lalu.
Berkali-kali, Puan menyoroti persoalan minyak goreng yang tak kunjung kelar ini.
Tak hanya itu, Puan juga paling keras menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan jabatan presiden 3 periode.
Baca juga : Didesak Mundur, Presiden Sri Lanka Gandeng Oposisi
Soal ini, Puan bahkan tak segan mengkiritik Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang dianggap ikut mendukung wacana penundaan Pemilu 2024.
Sebelumnya, Puan juga menyentil Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah terkait Peraturan Menteri (Permen) soal pencairan Jaminan Hari Tua (JHT), yang baru keluar ketika pekerja berusia 56 tahun.
Kritik Puan itu, ternyata ampuh. Permen tersebut akhirnya direvisi, dengan menghapus aturan bahwa JHT bisa cair, tanpa harus menunggu pekerja berusia 56 tahun.
Kini, Puan tampil dengan kritik barunya. Cucu Proklamator RI ini menyoroti soal harga sembako yang meroket, serta rencana pemerintah menaikkan BBM, gas elpiji 3 kilogram, dan tarif listrik.
Baca juga : Kini, Otak Imin Beralih Ke Migor
Puan meminta pemerintah memperhatikan masyarakat sebelum menaikkan harga BBM, gas elpiji 3 kilogram, dan tarif listrik.
Kata dia, rencana tersebut harus memperhatikan waktu yang tepat, dan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan daya beli masyarakat.
Soalnya, kenaikan BBM jenis Pertalite, listrik, dan gas elpiji 3 kg, akan berdampak besar bagi masyarakat.
"Jangan ketika harga-harga komoditas belum stabil menjelang Hari Raya, harga-harga energi itu dinaikkan. Itu jelas sangat memberatkan rakyat," kata Puan, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.