Sebelumnya
Sebagai Ketua DPR, Puan memang tidak ingin APBN berdarah-darah menanggung beban subsidi untuk BBM dan energi.
Namun, di sisi lain, DPR juga tidak mau kenaikan harga energi akan memberatkan rakyat.
"Pemerintah harus hati-hati," warning putri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri itu.
Di akun Instagram miliknya, Puan kembali menyoroti soal ini. Kata dia, menstabilkan harga bahan pokok harus jadi prioritas pemerintah. Agar kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah dalam merespons kondisi ekonomi global, tidak memberatkan perekonomian masyarakat.
Baca juga : Baby Margaretha, Ingin Panggil Arwah Suami
Kebijakan itu harus dipikirkan dengan matang, disosialisasikan dengan baik, dan dilakukan secara bertahap.
"Jangan sampai Ibu-ibu pedagang di Pasar Legi Solo, pengemudi ojek, pengusaha penatu, dan seluruh masyarakat Indonesia kesusahan karena kebijakan yang memberatkan," tulis Puan, di akun Instagram miliknya, @puanmaharaniri, kemarin.
Sehari sebelumnya, Puan mengingatkan para anggota Dewan, agar memanfaatkan masa reses 15 April-16 Mei 2022 untuk menyapa rakyat, dan mendengarkan keluh kesah rakyat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian masyarakat saat ini adalah naiknya sejumlah harga bahan kebutuhan pokok.
Baca juga : Didesak Mundur, Presiden Sri Lanka Gandeng Oposisi
Menurut dia, masa reses ini harus menjadi momentum para wakil rakyat untuk memonitor stok dan stabilitas harga sembako.
"Penting bagi anggota DPR di dapilnya masing-masing, untuk memastikan bahwa pemerintah bisa menjaga kestabilan stok dan harga pangan," kata Puan, dalam pidato di rapat paripurna penutupan masa sidang.
Kenapa akhir-akhir ini Puan sering menunjukkan wajah oposisi? Soal ini, politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menilai, tidak ada yang salah dengan kritik yang disampaikan Puan.
Menurutnya, sikap kritis tersebut sangat diperlukan, agar pemerintah tidak kehilangan fokus atau antusiasme, untuk menempatkan peningkatan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.
Baca juga : Kini, Otak Imin Beralih Ke Migor
Anggota Komisi XI DPR ini berpendapat, kenaikan harga-harga yang dikendalikan harganya oleh pemerintah (administered price) seperti BBM, gas elpiji, dan listrik, akan memukul daya beli masyarakat.
"Bukankah sikap kritis obyektif yang ditunjukkan Bu Puan, merupakan harapan masyarakat, harapan kita semua?" kata Hendrawan, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Hendrawan menuturkan, mayarakat luas saat ini sedang nelangsa karena kenaikan harga minyak goreng, telur ayam, jagung, kedelai, elpiji, PPN, dan sebagainya.
"Stabilisasi harga untuk menjaga daya beli masyarakat harus menjadi pusat perhatian kita," cetusnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.